KONSTRUKSI IDENTITAS KESULTANAN MELAKA SEBAGAI PUSAT PERDAGANGAN ISLAM DI ASIA TENGGARA

Autor(s): Abdul Kholiq

Abstract

Kesultanan Melaka di abad kelima belas adalah pusat perdagangan yang berkembang pesat, namun bagaimana identitasnya sebagai pusat perdagangan Islam dikonstruksi dan dipersepsikan oleh para pedagang dan penguasa masih memerlukan analisis mendalam. Identitas ini adalah kunci keberhasilan. Penelitian ini menganalisis konstruksi identitas Kesultanan Melaka sebagai pusat perdagangan Islam di Asia Tenggara, dengan fokus pada peran syariah dalam regulasi pasar, patronase penguasa terhadap pedagang Muslim, dan narasi yang disebarkan tentang kota. Metode yang digunakan adalah analisis catatan perjalanan Cina dan Eropa, sumber-sumber lokal seperti Sulalatus Salatin, dan temuan arkeologi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Melaka secara aktif mempromosikan identitas Islamnya melalui penegakan hukum Islam dalam perdagangan, pembangunan masjid, dan dukungan terhadap ulama. Pembahasan lebih lanjut mengungkapkan bahwa identitas ini menarik pedagang Muslim dari seluruh dunia dan memperkuat posisinya sebagai emporium regional. Implikasi dari temuan ini adalah pemahaman yang lebih nuansa tentang dinamika Islamisasi di Asia Tenggara, menyoroti hubungan antara agama, perdagangan, dan kekuasaan dalam pembentukan negara-kota maritim.

 

Keywords

Kesultanan Melaka, Pusat Perdagangan, Islam Asia Tenggara, Identitas Kota, Sejarah Ekonomi

Refbacks

  • There are currently no refbacks.