ANALISIS KRITIS NARASI TENTANG KEMUNDURAN KESULTANAN MUGHAL DARI PERSPEKTIF INTERNAL
Abstract
Narasi tentang kemunduran Kesultanan Mughal seringkali didominasi oleh perspektif Barat yang menekankan faktor-faktor internal seperti korupsi atau intoleransi agama, mengabaikan kompleksitas dan agensi aktor internal dalam menghadapi tantangan. Perspektif ini perlu dipertanyakan. Penelitian ini melakukan analisis kritis terhadap narasi kemunduran Kesultanan Mughal dari perspektif internal, dengan fokus pada upaya reformasi, respons terhadap tekanan eksternal, dan dinamika politik domestik. Metode yang digunakan adalah tinjauan literatur komprehensif terhadap karya-karya sejarawan Mughal kontemporer dan modern, analisis arsip Mughal yang baru ditemukan, dan perbandingan dengan historiografi Barat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Kesultanan Mughal tidak mengalami kemunduran linier, melainkan melewati periode reformasi dan adaptasi yang signifikan. Pembahasan lebih lanjut mengungkapkan bahwa aktor internal secara aktif berjuang untuk mempertahankan dan memodernisasi negara. Implikasi dari temuan ini adalah perlunya dekolonisasi historiografi Mughal, pengakuan terhadap agensi aktor internal, dan rekonstruksi gambaran yang lebih akurat dan nuansa tentang sejarah kekaisaran ini.
Â
Keywords
Refbacks
- There are currently no refbacks.













