PERAN PEREMPUAN DALAM PEMBENTUKAN DAN TRANSMISI KULTUR KULINER ISLAM ABAD PERTENGAHAN
Abstract
Kultur kuliner Islam abad pertengahan adalah cerminan kekayaan peradaban, namun peran perempuan dalam pembentukan dan transmisinya seringkali kurang mendapat perhatian, meskipun mereka adalah penjaga resep dan inovator di dapur. Kontribusi mereka melampaui domestik. Penelitian ini menganalisis peran perempuan dalam pembentukan dan transmisi kultur kuliner Islam abad pertengahan, dengan fokus pada peran mereka sebagai juru masak, penulis resep, dan agen pertukaran budaya. Metode yang digunakan adalah analisis sumber-sumber kuliner klasik, catatan perjalanan, dan sumber-sumber biografi yang menyinggung peran perempuan dalam rumah tangga. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perempuan tidak hanya menyiapkan makanan, tetapi juga menciptakan resep baru, mengadaptasi masakan dari berbagai budaya, dan mentransmisikan pengetahuan kuliner dari generasi ke generasi. Pembahasan lebih lanjut mengungkapkan bahwa dapur adalah laboratorium inovasi dan ruang pertukaran budaya. Implikasi dari temuan ini adalah perlunya dekolonisasi historiografi kuliner, pengakuan terhadap kontribusi perempuan dalam pembentukan budaya, dan memperkaya pemahaman kita tentang kehidupan sehari-hari abad pertengahan.
Â
Keywords
Refbacks
- There are currently no refbacks.













