SISTEM PERTANIAN TERINTEGRASI: MODEL ZERO-WASTE UNTUK LAHAN SEMPIT PERKOTAAN
Abstract
Keterbatasan lahan di perkotaan dan tingginya limbah organik menjadi tantangan sekaligus peluang untuk mengembangkan sistem pangan berkelanjutan. Latar belakang penelitian ini adalah merancang dan menguji model sistem pertanian terintegrasi (zero-waste) yang cocok untuk lahan sempit perkotaan, mengoptimalkan produksi pangan sekaligus mengelola limbah. Metode yang digunakan meliputi integrasi akuaponik (budidaya ikan dan tanaman), vermikompos (pengolahan limbah organik dengan cacing), dan budidaya jamur. Limbah dari satu komponen dimanfaatkan sebagai input untuk komponen lain, misalnya air limbah akuaponik untuk nutrisi tanaman, dan sisa biomassa untuk pakan cacing atau media jamur. Hasil menunjukkan bahwa model ini mampu menghasilkan sayuran, ikan, dan jamur secara efisien dengan meminimalkan limbah. Produktivitas per unit lahan meningkat signifikan. Pembahasan menyoroti potensi sistem zero-waste ini dalam meningkatkan ketahanan pangan perkotaan, mengurangi jejak karbon, serta menciptakan model ekonomi sirkular yang berkelanjutan bagi masyarakat urban.
Â
Keywords
Refbacks
- There are currently no refbacks.













