REINTERPRETASI MAQASID SYARIAH DALAM PENGEMBANGAN EKONOMI DIGITAL BERBASIS ISLAM

Autor(s): Muh Riza Syaifulloh

Abstract

Ekonomi digital berkembang pesat namun penerapannya dalam konteks Islam seringkali masih parsial belum sepenuhnya mengintegrasikan tujuan-tujuan syariah yang komprehensif. Ada kebutuhan mendesak untuk meninjau kembali bagaimana prinsip-prinsip dasar Maqasid Syariah dapat menjadi fondasi yang kokoh bagi inovasi dan pengembangan ekosistem ekonomi digital yang Islami memastikan bahwa pertumbuhan ekonomi tidak hanya berorientasi profit tetapi juga membawa kemaslahatan umat dan menjaga keadilan sosial. Tantangan muncul dalam menerjemahkan nilai-nilai tradisional ke dalam lanskap teknologi modern yang dinamis. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan studi literatur mendalam terhadap teks-teks klasik dan kontemporer tentang Maqasid Syariah serta analisis kasus terhadap platform ekonomi digital yang ada. Metode interpretatif digunakan untuk mengidentifikasi relevansi Maqasid dalam konteks digital diikuti dengan perumusan kerangka kerja konseptual. Data dikumpulkan dari jurnal ilmiah buku dan laporan industri yang relevan dengan ekonomi digital dan keuangan Islam. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Maqasid Syariah yang meliputi pemeliharaan agama jiwa akal keturunan dan harta dapat diinterpretasikan secara relevan untuk memandu pengembangan produk layanan dan platform ekonomi digital. Pembahasan menguraikan bagaimana setiap aspek Maqasid dapat menjadi kriteria evaluasi dan inovasi misalnya pemeliharaan harta melalui transaksi yang adil dan transparan atau pemeliharaan jiwa melalui perlindungan data pribadi. Integrasi Maqasid akan menghasilkan ekonomi digital yang lebih etis inklusif dan berkelanjutan mengatasi isu-isu seperti kesenjangan digital dan eksploitasi data. Implikasi praktisnya adalah perlunya pengembangan regulasi berbasis syariah yang adaptif serta edukasi bagi pelaku usaha dan konsumen.

 

Keywords

Maqasid Syariah, Ekonomi Digital, Inovasi Islam, Prinsip Syariah, Pembangunan Berkelanjutan

Refbacks

  • There are currently no refbacks.