PERAN INTUISI (KASYF) DALAM KONSTRUKSI PENGETAHUAN ISLAM: STUDI KASUS PEMIKIRAN SUFI

Autor(s): Lulud Wijayanti

Abstract

Latar belakang masalah penelitian ini adalah seringnya intuisi atau kasyf direduksi sebagai pengalaman subjektif yang kurang valid secara epistemologis dalam diskursus ilmiah, padahal dalam tradisi Sufi, kasyf dipandang sebagai sumber pengetahuan yang mendalam dan otentik. Penelitian ini bertujuan untuk menggali dan menganalisis bagaimana konsep kasyf berfungsi sebagai metode epistemologis dalam pemikiran Sufi, serta bagaimana ia berkontribusi pada pemahaman realitas yang melampaui batas-batas indra dan akal semata. Metode yang digunakan adalah studi pustaka mendalam terhadap teks-teks Sufi klasik, khususnya karya-karya Al-Ghazali dan Ibnu Arabi, dengan pendekatan fenomenologis dan hermeneutika untuk memahami pengalaman intuitif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dalam tradisi Sufi, kasyf bukan sekadar pengalaman mistik, melainkan sebuah proses iluminasi batin yang memungkinkan individu memperoleh pengetahuan langsung tentang hakikat sesuatu, yang seringkali tidak dapat dijangkau oleh penalaran logis. Pembahasan lebih lanjut mengungkapkan bahwa pengetahuan yang diperoleh melalui kasyf memiliki validitas tersendiri dalam kerangka epistemologi Islam, melengkapi pengetahuan rasional dan empiris, serta menawarkan dimensi spiritual yang memperkaya pemahaman manusia tentang Tuhan, alam, dan diri. Implikasi dari penelitian ini adalah pengakuan terhadap pluralitas sumber pengetahuan dalam Islam.

 

Keywords

Intuisi, Kasyf, Epistemologi Islam, Sufisme, Pengetahuan Mistik

Refbacks

  • There are currently no refbacks.