ILMU HUDURI DAN ILMU HUSHULI: DUA JALUR PENGETAHUAN DALAM TRADISI ISLAM DAN APLIKASINYA

Autor(s): Zuhal Alfian Akbar

Abstract

Latar belakang masalah penelitian ini adalah kebutuhan untuk memahami secara mendalam dua kategori utama pengetahuan dalam filsafat Islam, yaitu ilmu huduri (pengetahuan kehadiran) dan ilmu hushuli (pengetahuan perolehan), yang seringkali disederhanakan atau kurang dipahami implikasi epistemologisnya. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji secara komprehensif perbedaan, karakteristik, dan hubungan antara ilmu huduri dan ilmu hushuli, serta bagaimana kedua jalur pengetahuan ini diaplikasikan dalam berbagai disiplin ilmu Islam, dari teologi hingga tasawuf. Metode yang digunakan adalah analisis konseptual dan hermeneutika terhadap teks-teks filsafat Islam klasik, khususnya pemikiran Mulla Sadra dan para pengikutnya, yang secara eksplisit mengembangkan teori ini. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ilmu huduri adalah pengetahuan langsung, intuitif, dan tanpa perantara, seperti kesadaran diri atau pengetahuan Tuhan tentang ciptaan-Nya, sementara ilmu hushuli adalah pengetahuan yang diperoleh melalui konsep, representasi, dan penalaran, seperti pengetahuan ilmiah atau historis. Pembahasan lebih lanjut mengungkapkan bahwa kedua jenis pengetahuan ini tidak saling meniadakan, melainkan saling melengkapi, dengan ilmu huduri sebagai fondasi bagi ilmu hushuli, dan bahwa integrasi keduanya esensial untuk mencapai pemahaman realitas yang holistik dan mendalam. Aplikasi konsep ini dapat memperkaya metodologi penelitian dalam studi Islam.

 

Keywords

Ilmu Huduri, Ilmu Hushuli, Pengetahuan Islam, Epistemologi, Mulla Sadra

Refbacks

  • There are currently no refbacks.