KRISIS PENGETAHUAN DI ERA DIGITAL: SOLUSI DARI PERSPEKTIF EPISTEMOLOGI ISLAM

Autor(s): Nur Kholida Zia

Abstract

Latar belakang masalah penelitian ini adalah krisis pengetahuan di era digital, yang ditandai oleh banjir informasi, penyebaran hoaks, disinformasi, dan kesulitan membedakan antara fakta dan fiksi, sehingga mengancam integritas pengetahuan dan pengambilan keputusan yang rasional. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi akar masalah krisis pengetahuan ini dan menawarkan solusi dari perspektif epistemologi Islam yang menekankan pentingnya verifikasi, otoritas, dan dimensi etis dalam pencarian kebenaran. Metode yang digunakan adalah analisis kritis terhadap fenomena krisis pengetahuan digital dan komparasi dengan prinsip-prinsip epistemologi Islam, seperti konsep sanad, tadabbur, dan ta'aqqul, serta peran ulama sebagai otoritas keilmuan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa epistemologi Islam menawarkan kerangka kerja yang kokoh untuk mengatasi krisis ini melalui penekanan pada sumber pengetahuan yang sahih, metodologi verifikasi yang ketat, dan pengembangan akal yang kritis namun tetap berlandaskan nilai. Pembahasan lebih lanjut mengungkapkan bahwa solusi yang ditawarkan mencakup pengembangan literasi digital yang berlandaskan etika Islam, penguatan peran lembaga keilmuan sebagai penjaga otoritas pengetahuan, dan penanaman kesadaran akan tanggung jawab moral dalam menyebarkan informasi. Pendekatan ini dapat membantu individu dan masyarakat menavigasi kompleksitas informasi di era digital, memastikan bahwa pengetahuan yang diperoleh adalah benar, bermanfaat, dan bermakna.

 

Keywords

Krisis Pengetahuan, Era Digital, Epistemologi Islam, Disinformasi, Verifikasi

Refbacks

  • There are currently no refbacks.