KONSEP BURHAN DALAM FILSAFAT ISLAM: VALIDITAS ARGUMEN DAN PEMBUKTIAN
Abstract
Latar belakang masalah penelitian ini adalah pentingnya konsep burhan (demonstrasi atau bukti apodiktik) dalam filsafat Islam, yang menjadi tolok ukur tertinggi bagi validitas argumen dan kebenaran pengetahuan, namun seringkali disalahpahami atau disamakan dengan bentuk penalaran lain. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji secara mendalam konsep burhan dalam tradisi filsafat Islam, menganalisis karakteristiknya yang membedakannya dari dialektika atau retorika, serta mengeksplorasi bagaimana para filosof Muslim menggunakannya untuk mencapai kepastian dalam berbagai disiplin ilmu, dari metafisika hingga teologi. Metode yang digunakan adalah analisis tekstual dan konseptual terhadap karya-karya logikawan dan filosof Muslim terkemuka, seperti Al-Farabi dan Ibnu Sina, yang secara sistematis mengembangkan teori burhan berdasarkan logika Aristotelian namun dengan sentuhan Islam. Hasil penelitian menunjukkan bahwa burhan adalah argumen yang premis-premisnya pasti dan konklusinya niscaya benar, diperoleh melalui silogisme yang sahih, dan bertujuan untuk menghasilkan pengetahuan yang yakin (yaqin). Pembahasan lebih lanjut mengungkapkan bahwa penekanan pada burhan mencerminkan komitmen filsafat Islam terhadap rasionalitas yang ketat dan pencarian kebenaran mutlak, serta menjadi fondasi bagi upaya mereka untuk menyelaraskan akal dan wahyu. Memahami burhan krusial untuk mengapresiasi kedalaman metodologi penalaran dalam tradisi intelektual Islam dan relevansinya dalam membangun argumen yang kokoh.
Â
Keywords
Refbacks
- There are currently no refbacks.













