KONSEP WUJUD DALAM FILSAFAT IBNU SINA DAN IMPLIKASINYA PADA REALITAS
Abstract
Latar belakang masalah penelitian ini adalah sentralitas konsep wujud (eksistensi) dalam metafisika Ibnu Sina, yang menjadi fondasi bagi seluruh sistem filosofisnya, namun seringkali disalahpahami atau direduksi maknanya. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis secara mendalam teori wujud Ibnu Sina, membedakan antara wujud wajib (eksisten niscaya) dan wujud mumkin (eksisten mungkin), serta mengeksplorasi implikasinya terhadap pemahaman kita tentang realitas, penciptaan, dan hubungan antara Tuhan dan alam semesta. Metode yang digunakan adalah analisis tekstual terhadap karya-karya metafisika Ibnu Sina, khususnya Kitab al-Shifa' dan al-Najat, dengan pendekatan filosofis-sistematis untuk merekonstruksi argumen-argumennya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa bagi Ibnu Sina, wujud wajib adalah Tuhan, yang eksistensinya esensial dan tidak bergantung pada apapun, sementara wujud mumkin adalah segala sesuatu selain Tuhan, yang eksistensinya kontingen dan membutuhkan wujud wajib sebagai penyebab. Pembahasan lebih lanjut mengungkapkan bahwa distingsi ini tidak hanya menjadi dasar bagi argumen kosmologis dan ontologis tentang keberadaan Tuhan, tetapi juga membentuk pemahaman tentang hierarki wujud, emanasi alam semesta, dan sifat-sifat entitas. Implikasi dari teori wujud Ibnu Sina sangat luas, mempengaruhi pemikiran Islam selanjutnya dan menyediakan kerangka kerja rasional untuk memahami struktur realitas dari perspektif teistik.
Â
Keywords
Refbacks
- There are currently no refbacks.













