METAFIISKA CAHAYA SUHRAWARDHI: SEBUAH KAJIAN ONTOLOGIS DAN TEOSOFIS

Autor(s): Siti Muthoharoh

Abstract

Latar belakang masalah penelitian ini adalah keunikan dan kedalaman metafisika cahaya (ishraq) Suhrawardi, yang menawarkan alternatif terhadap filsafat peripatetik dan menggabungkan rasionalitas dengan intuisi mistik, namun seringkali kurang dipahami secara komprehensif. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji secara mendalam konsep cahaya sebagai prinsip fundamental dalam ontologi Suhrawardi, menganalisis bagaimana ia menjelaskan hierarki wujud, penciptaan alam semesta, dan hubungan antara Tuhan dan makhluk, serta mengeksplorasi dimensi teosofisnya. Metode yang digunakan adalah analisis tekstual terhadap karya-karya utama Suhrawardi, khususnya Hikmat al-Ishraq, dengan pendekatan hermeneutika dan filosofis untuk mengungkap makna simbolis dan implikasi metafisik dari konsep cahaya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa bagi Suhrawardi, cahaya adalah realitas primer dan paling murni, dari mana segala sesuatu memancar dan kepadanya segala sesuatu kembali. Tuhan adalah Cahaya dari Segala Cahaya (Nur al-Anwar), dan hierarki wujud adalah gradasi intensitas cahaya. Pembahasan lebih lanjut mengungkapkan bahwa metafisika cahaya Suhrawardi tidak hanya menjelaskan struktur kosmos, tetapi juga menawarkan jalan spiritual bagi manusia untuk mencapai iluminasi dan penyatuan dengan Cahaya Ilahi, sehingga mengintegrasikan filsafat, mistisisme, dan teologi. Kajian ini menyoroti kontribusi penting Suhrawardi dalam memperkaya tradisi intelektual Islam dengan perspektif yang unik dan mendalam.

 

Keywords

Metafisika Cahaya, Suhrawardi, Ishraq, Ontologi, Teosofi

Refbacks

  • There are currently no refbacks.