RELEVANSI KONSEP KAUSALITAS DALAM FILSAFAT ISLAM UNTUK SAINS MODERN

Autor(s): Siti Makhmudah

Abstract

Latar belakang masalah penelitian ini adalah perdebatan panjang mengenai konsep kausalitas dalam filsafat Islam, khususnya antara pandangan yang mendukung keniscayaan sebab-akibat (filosof) dan yang menolaknya demi kemahakuasaan Tuhan (teolog), serta relevansinya di tengah perkembangan sains modern yang sangat bergantung pada prinsip kausalitas. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji berbagai pandangan tentang kausalitas dalam filsafat Islam, menganalisis argumen-argumen yang mendukung atau menentangnya, dan mengeksplorasi bagaimana konsep-konsep ini dapat memberikan wawasan baru atau melengkapi pemahaman kausalitas dalam sains modern. Metode yang digunakan adalah analisis filosofis-komparatif terhadap pemikiran Al-Ghazali yang mengkritik kausalitas dan Ibnu Rusyd yang mempertahankannya, serta pandangan Mulla Sadra yang mencoba mensintesiskan keduanya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa meskipun terdapat perbedaan, tradisi filsafat Islam menawarkan pemahaman kausalitas yang lebih kaya, tidak hanya terbatas pada hubungan fisik, tetapi juga mencakup dimensi metafisik dan ilahi. Pembahasan lebih lanjut mengungkapkan bahwa konsep kausalitas dalam Islam dapat memberikan kerangka kerja bagi sains modern untuk mempertimbangkan dimensi non-materi dalam realitas, mendorong dialog antara sains dan agama, serta mengatasi reduksionisme materialistik dengan mengakui adanya sebab-akibat transenden yang mendasari fenomena alam.

 

Keywords

Kausalitas, Filsafat Islam, Sains Modern, Al-Ghazali, Ibnu Rusyd

Refbacks

  • There are currently no refbacks.