TEORI EMANASI DALAM FILSAFAT ISLAM: JEMBATAN ANTARA TUHAN DAN CIPTAAN

Autor(s): Jumadi Jumadi

Abstract

Latar belakang masalah penelitian ini adalah teori emanasi (fayd) yang menjadi salah satu konsep sentral dalam filsafat Islam, terutama dalam tradisi Neoplatonisme Islam, sebagai upaya untuk menjelaskan bagaimana Tuhan yang Esa dan Mutlak dapat menciptakan alam semesta yang beragam tanpa mengalami perubahan atau pengurangan. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji secara mendalam teori emanasi, menganalisis bagaimana ia berfungsi sebagai jembatan metafisik antara Tuhan dan ciptaan, serta mengeksplorasi implikasinya terhadap pemahaman tentang penciptaan, hierarki wujud, dan hubungan antara yang satu dan yang banyak. Metode yang digunakan adalah analisis tekstual terhadap karya-karya Al-Farabi dan Ibnu Sina, yang mengadopsi dan mengembangkan teori emanasi dari Plotinus namun dengan penyesuaian agar sesuai dengan tauhid Islam. Hasil penelitian menunjukkan bahwa emanasi adalah proses niscaya dan abadi di mana realitas memancar dari Tuhan melalui serangkaian inteligensi atau akal-akal aktif, membentuk hierarki wujud dari yang paling sempurna hingga yang paling materi. Pembahasan lebih lanjut mengungkapkan bahwa teori emanasi memungkinkan filosof untuk menjelaskan keberagaman alam semesta tanpa mengkompromikan keesaan dan kesempurnaan Tuhan, serta menyediakan kerangka kerja untuk memahami keteraturan dan keterhubungan segala sesuatu dalam kosmos. Konsep ini relevan untuk memahami bagaimana filsafat Islam berupaya menyelaraskan akal dan wahyu dalam menjelaskan misteri penciptaan.

 

Keywords

Teori Emanasi, Filsafat Islam, Tuhan, Ciptaan, Metafisika

Refbacks

  • There are currently no refbacks.