TANTANGAN ETIKA BIOMEDIS: RESPON FILSAFAT ISLAM KONTEMPORER TERHADAP ISU GENETIK
Abstract
Latar belakang masalah penelitian ini adalah perkembangan pesat teknologi biomedis, khususnya dalam bidang genetika, yang memunculkan dilema etika kompleks seperti rekayasa genetik, kloning, dan terapi gen, yang menuntut respon dari kerangka etika keagamaan. Filsafat Islam kontemporer memiliki peran penting dalam menyediakan panduan moral untuk isu-isu ini. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis respons filsafat Islam kontemporer terhadap tantangan etika biomedis, khususnya isu-isu genetik, dengan mengkaji prinsip-prinsip syariah dan etika Islam yang relevan, serta mengeksplorasi bagaimana konsep-konsep seperti maslahah, dharurat, dan maqasid syariah diterapkan dalam konteks ini. Metode yang digunakan adalah studi pustaka terhadap fatwa-fatwa kontemporer, artikel ilmiah, dan pandangan para pemikir Muslim yang membahas etika biomedis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa filsafat Islam umumnya mendukung penggunaan teknologi genetik untuk tujuan terapeutik yang bertujuan menyembuhkan penyakit dan meningkatkan kualitas hidup, selama tidak mengubah identitas manusia atau melanggar martabatnya sebagai ciptaan Tuhan. Pembahasan lebih lanjut mengungkapkan bahwa prinsip pelestarian jiwa (hifz al-nafs) dan pelestarian keturunan (hifz al-nasl) menjadi panduan utama dalam menetapkan batasan etis. Respons ini menunjukkan fleksibilitas dan kedalaman etika Islam dalam menghadapi isu-isu baru, menawarkan kerangka kerja yang komprehensif untuk menavigasi kompleksitas teknologi genetik dengan tetap menjaga nilai-nilai kemanusiaan dan spiritual.
Â
Keywords
Refbacks
- There are currently no refbacks.













