SEKULARISME DAN SPIRITUALITAS: MENCARI TITIK TEMU DALAM ISLAM KONTEMPORER

Autor(s): Reni Prastiwi

Abstract

Latar belakang masalah penelitian ini adalah ketegangan yang sering terjadi antara sekularisme, yang menghendaki pemisahan agama dari ruang publik, dan spiritualitas, yang menekankan dimensi transenden dalam kehidupan, di tengah masyarakat Muslim kontemporer. Pencarian titik temu antara keduanya menjadi krusial untuk membangun masyarakat yang harmonis dan inklusif. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis berbagai respons dalam pemikiran Islam kontemporer terhadap sekularisme, mengeksplorasi bagaimana spiritualitas dapat dipertahankan dan dihidupkan kembali di tengah tren sekularisasi, serta mencari titik temu yang memungkinkan koeksistensi antara nilai-nilai sekuler dan spiritual. Metode yang digunakan adalah studi pustaka terhadap karya-karya pemikir Muslim kontemporer yang membahas isu sekularisme, modernitas, dan spiritualitas, seperti Nurcholish Madjid, Fazlur Rahman, dan Tariq Ramadan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa meskipun ada penolakan terhadap sekularisme radikal yang mengasingkan agama sepenuhnya, beberapa pemikir Islam berupaya menemukan ruang bagi spiritualitas dalam kerangka negara modern, dengan menekankan dimensi etis dan moral agama yang universal. Pembahasan lebih lanjut mengungkapkan bahwa titik temu dapat ditemukan dalam konsep-konsep seperti pluralisme, keadilan, dan kemanusiaan, di mana spiritualitas berfungsi sebagai sumber nilai yang memperkaya ruang publik tanpa memaksakan doktrin agama. Pendekatan ini relevan untuk membangun masyarakat Muslim yang terbuka, toleran, dan tetap berpegang pada nilai-nilai spiritual di era global.

 

Keywords

Sekularisme, Spiritualitas, Islam Kontemporer, Titik Temu, Modernitas

Refbacks

  • There are currently no refbacks.