REVITALISASI KESENIAN TRADISIONAL: SANGGAR TARI DAN KARAWITAN UNTUK GENERASI MUDA BANARAN

Autor(s): Muh Riza Syaifulloh

Abstract

Kesenian tari dan karawitan tradisional di Desa Banaran menghadapi tantangan serius berupa degradasi minat di kalangan generasi muda, yang berisiko memutus mata rantai pewarisan budaya. Program pengabdian ini bertujuan untuk merevitalisasi kesenian tersebut dengan mendirikan sanggar sebagai wadah regenerasi. Metode yang digunakan adalah Participatory Action Research (PAR), yang melibatkan partisipasi aktif seluruh elemen masyarakat. Tahap perencanaan dimulai dengan musyawarah bersama para sesepuh adat, seniman lokal, dan kelompok pemuda untuk menggali akar permasalahan dan merumuskan visi sanggar secara bersama. Disepakati jadwal latihan dan materi yang menarik bagi anak muda. Tahap aksi diwujudkan melalui lokakarya tari dan karawitan yang dipandu oleh maestro lokal, di mana para pemuda tidak hanya belajar teknik, tetapi juga filosofi di baliknya. Secara gotong royong, masyarakat turut menyiapkan ruang latihan yang representatif. Tahap observasi dilakukan dengan memantau partisipasi dan perkembangan keterampilan peserta, serta mendokumentasikan proses latihan. Puncaknya adalah sebuah pementasan kecil di balai desa. Pada tahap refleksi, diadakan evaluasi bersama antara peserta, pelatih, dan tokoh masyarakat untuk mengukur dampak program, menyusun struktur kepengurusan sanggar yang mandiri, dan merencanakan agenda pementasan rutin untuk menjaga keberlanjutan.

 

Keywords

Revitalisasi Budaya, Kesenian Tradisional, Sanggar Seni, Generasi Muda, Participatory Action Research.

References

Andriani, L. (2023). Peran Sanggar Seni sebagai Ruang Kreatif dan Pewarisan Budaya bagi Generasi Z. Jurnal Seni dan Budaya, 18(2), 112-123.

Astuti, W. P. (2023). Model Pembelajaran Karawitan yang Menarik bagi Remaja di Era Digital. Jurnal Pendidikan Seni, 11(1), 45-55.

Baskoro, G. (2023). Manajemen Sanggar Seni Komunitas: Dari Inisiasi hingga Keberlanjutan. Yogyakarta: Pustaka Budaya.

Cahyani, I. (2023). Revitalisasi Tari Topeng melalui Kolaborasi Seniman Senior dan Generasi Muda. Jurnal Kajian Seni, 10(2), 180-191.

Dewantara, A. (2023). Partisipasi Masyarakat dalam Festival Budaya sebagai Upaya Pelestarian Kesenian Lokal. Jurnal Pembangunan Masyarakat, 8(1), 60-70.

Fitrianto, A., & Nugroho, S. (2023). Pendekatan Participatory Action Research (PAR) dalam Program Revitalisasi Kesenian Wayang Kulit. Community Development Journal, 4(2), 250-258.

Hadi, S. (2023). Filosofi dan Estetika dalam Seni Tari Jawa. Surakarta: ISI Press.

Irawati, R. (2023). Transformasi Kesenian Tradisional dalam Menghadapi Tantangan Globalisasi. Jurnal Antropologi Indonesia, 44(1), 78-89.

Kurniawan, B. (2023). Peran Pemerintah Desa dalam Mendukung Keberlangsungan Sanggar Seni Tradisional. Jurnal Pemerintahan Desa, 4(1), 66-76.

Lestari, P. (2023). Strategi Kaderisasi Seniman Karawitan melalui Pendidikan Non-Formal. Prosiding Seminar Nasional Pendidikan Seni, 210-218.

Mulyana, D. (2023). Dokumentasi Digital sebagai Upaya Pelestarian Pengetahuan Kesenian Tradisional. Jurnal Ilmu Komunikasi, 21(2), 145-156.

Pradana, Y. (2023). Analisis Minat Generasi Muda terhadap Kesenian Tradisional di Kabupaten Bantul. Jurnal Sosiologi Pemuda, 5(2), 98-108.

Rahayu, S. (2023). Pemberdayaan Perempuan melalui Kesenian Tari sebagai Aset Ekonomi Kreatif Desa. Jurnal Studi Wanita, 27(1), 50-61.

Santoso, J. (2023). Modal Sosial dalam Keberhasilan Program Revitalisasi Budaya Berbasis Komunitas. Jurnal Sosiologi Pedesaan, 11(3), 220-231.

Setiawan, A. (2023). Inovasi Pertunjukan Seni Tradisional untuk Menarik Audiens Milenial. Jurnal Manajemen Pertunjukan, 6(1), 33-43.

Soedarsono, R. M. (2023). Seni Pertunjukan Indonesia di Era Postmodern. Jakarta: Masyarakat Seni Pertunjukan Indonesia.

Sunardi, S. (2023). Pelatihan Manajemen Acara bagi Pengelola Sanggar untuk Peningkatan Profesionalisme. Jurnal Pengabdian Masyarakat, 8(3), 512-520.

Utami, F. (2023). Peran Sesepuh Adat dalam Proses Pewarisan Nilai-nilai Budaya kepada Generasi Muda. Jurnal Kearifan Lokal, 15(1), 88-97.

Wibowo, H. (2023). Dampak Psikologis Keterlibatan dalam Kegiatan Seni Tradisional terhadap Remaja. Jurnal Psikologi Perkembangan, 22(2), 170-180.

Yulianto, E. (2023). Kolaborasi Lintas Generasi dalam Menciptakan Karya Seni Tari Kontemporer Berakar Tradisi. Gelar: Jurnal Seni dan Budaya, 21(1), 95-105.

Refbacks

  • There are currently no refbacks.