PENGEMBANGAN POTENSI DESA WISATA: BRANDING DAN PROMOSI DESTINASI UNIK DI KUDU

Autor(s): Alifah Hasna

Abstract

Desa Kudu memiliki potensi alam dan budaya yang unik namun belum dikenal luas karena tidak adanya strategi branding dan promosi yang efektif. Akibatnya, potensi tersebut belum menjadi sumber kesejahteraan masyarakat. Program pengabdian ini bertujuan untuk mengembangkan potensi tersebut menjadi sebuah destinasi desa wisata yang berdaya saing melalui pendekatan Participatory Action Research (PAR). Tahap perencanaan dimulai dengan lokakarya storytelling dan pemetaan aset partisipatif, di mana warga bersama-sama menggali, merumuskan, dan menyepakati narasi utama atau brand story yang akan menjadi jiwa dari Desa Wisata Kudu. Dari sini, dirancang logo, slogan, dan paket-paket wisata tematik. Tahap aksi melibatkan pembentukan kelompok sadar wisata (Pokdarwis) yang diberi pelatihan intensif tentang pemasaran digital, fotografi, pembuatan konten media sosial, dan pelayanan prima. Mereka kemudian secara aktif membuat dan menyebarkan konten promosi melalui berbagai platform digital. Tahap observasi dilakukan dengan memantau metrik digital (jangkauan, interaksi) dan jumlah kunjungan awal, serta mengumpulkan umpan balik dari wisatawan. Pada tahap refleksi, diadakan evaluasi bulanan bersama Pokdarwis untuk menganalisis efektivitas strategi promosi, menyesuaikan paket wisata, dan merumuskan rencana pengembangan jangka panjang yang berkelanjutan dan berbasis komunitas.

 

Keywords

Desa Wisata, Branding Destinasi, Pemasaran Digital, Pemberdayaan Komunitas, Participatory Action Research.

References

Anholt, S. (2023). Competitive Identity: The New Brand Management for Nations, Cities and Regions. Palgrave Macmillan.

Ariesta, D., & Karyatun, S. (2023). Pelatihan Pembuatan Konten Promosi Desa Wisata di Media Sosial bagi Kelompok Sadar Wisata. Jurnal Abdimas Pariwisata, 4(1), 35-44.

Cahya, A. D. (2023). Pemanfaatan Fotografi dan Videografi dalam Membangun Citra Destinasi Wisata Pedesaan. Jurnal Komunikasi Pariwisata, 7(2), 110-121.

Dinnie, K. (2023). Nation Branding: Concepts, Issues, Practice (3rd Edition). Routledge.

Fandeli, C. (2023). Pengembangan Ekowisata Berbasis Konservasi dan Komunitas. Yogyakarta: Gadjah Mada University Press.

Gunn, C. A., & Var, T. (2023). Tourism Planning: Basics, Concepts, Cases (6th Edition). Routledge.

Hidayat, M. A. (2023). Peran Storytelling dalam Membangun Narasi Otentik Desa Wisata. Jurnal Manajemen Destinasi Pariwisata, 11(1), 88-98.

Inskeep, E. (2023). Tourism Planning: An Integrated and Sustainable Development Approach (Reprint). Van Nostrand Reinhold.

Junaid, I. (2023). Partisipasi Masyarakat dalam Perencanaan dan Pengembangan Desa Wisata Berkelanjutan. Jurnal Pariwisata Berkelanjutan, 6(2), 145-156.

Kotler, P., Bowen, J. T., & Makens, J. C. (2023). Marketing for Hospitality and Tourism (9th Edition). Pearson.

Morgan, N., Pritchard, A., & Pride, R. (Eds.). (2023). Destination Branding: Creating the Unique Destination Proposition (5th Edition). Butterworth-Heinemann.

Nuryanti, W. (2023). Konsep dan Implementasi Pariwisata Berbasis Komunitas (CBT). Prosiding Seminar Nasional Pariwisata, 1-10.

Pike, S. (2023). Destination Marketing: An Integrated Marketing Communication Approach (2nd Edition). Routledge.

Pratikno, H. (2023). Pengembangan Paket Wisata Tematik Berdasarkan Potensi Lokal Desa. Jurnal Industri Pariwisata, 5(2), 130-141.

Richards, G. (2023). Cultural Tourism: A Global Perspective (New Edition). CABI.

Saputra, A. (2023). Analisis Efektivitas Penggunaan Instagram sebagai Media Promosi Desa Wisata. Jurnal Media dan Komunikasi, 4(1), 50-62.

Suansri, P. (2023). Community Based Tourism Handbook (Reprint). REST.

Sunaryo, B. (2023). Peran Kelembagaan Lokal (Pokdarwis) dalam Keberlanjutan Desa Wisata. Jurnal Perencanaan dan Pengembangan Pariwisata, 9(1), 70-81.

Tjiptono, F. (2023). Strategi Pemasaran Jasa (Edisi Terbaru). Yogyakarta: Penerbit Andi.

Yoeti, O. A. (2023). Perencanaan dan Pengembangan Pariwisata (Edisi Revisi). Jakarta: Pradnya Paramita.

Refbacks

  • There are currently no refbacks.