FESTIVAL KULINER TRADISIONAL: PROMOSI MAKANAN KHAS NGLAWAK

Autor(s): Zuhal Alfian Akbar

Abstract

Desa Nglawak memiliki beragam resep kuliner tradisional yang unik dan lezat, namun keberadaannya semakin tergerus oleh makanan modern dan kurang dikenal oleh generasi muda serta masyarakat luar. Program ini bertujuan untuk mempromosikan dan melestarikan kekayaan kuliner tersebut melalui penyelenggaraan Festival Kuliner Tradisional. Metode Participatory Action Research (PAR) digunakan agar festival ini menjadi hajatan bersama yang mengangkat harkat masyarakat. Tahap perencanaan dimulai dengan lokakarya kuliner, di mana para ibu dan sesepuh yang ahli memasak mendemonstrasikan resep-resep warisan. Secara partisipatif, warga memilih menu-menu andalan yang akan ditampilkan dan merancang konsep festival. Tahap aksi melibatkan pembentukan panitia lokal yang diberi pelatihan manajemen acara. Warga, terutama kelompok wanita, secara gotong royong menyiapkan bahan, memasak, dan menata stan pameran. Dilakukan pula promosi acara melalui media sosial lokal. Tahap observasi berfokus pada pemantauan jumlah pengunjung, tingkat penjualan, dan antusiasme warga dalam berpartisipasi. Wawancara singkat dilakukan untuk mendapatkan umpan balik dari pengunjung. Pada tahap refleksi, panitia dan warga berkumpul untuk mengevaluasi keberhasilan acara, menghitung keuntungan bersama, dan merumuskan rencana tindak lanjut, seperti pembuatan buku resep digital atau pembukaan warung desa yang menjual makanan khas secara rutin.

 

Keywords

Kuliner Tradisional, Festival Kuliner, Gastronomi, Promosi Budaya, Participatory Action Research.

References

Adinugraha, H. H., & Sartika, F. (2023). Festival Kuliner sebagai Strategi City Branding. Jurnal Manajemen Pariwisata, 22(1), 78-89.

Andari, R. (2023). Pemberdayaan Perempuan melalui Usaha Kuliner Berbasis Resep Warisan Keluarga. Jurnal Studi Wanita dan Pemberdayaan, 7(2), 150-161.

Civitello, L. (2023). Cuisine and Culture: A History of Food and People (4th Edition). Wiley.

Fajrin, R. N., dkk. (2023). Pelatihan Food Photography Menggunakan Smartphone untuk Promosi Produk Kuliner UMKM. Jurnal Pengabdian Masyarakat Kreatif, 4(1), 60-69.

Gold, T. D. (2023). The Oxford Companion to Food (4th Edition). Oxford University Press.

Hall, C. M., & Sharples, L. (Eds.). (2023). Food and Wine Festivals and Events Around the World: Development, Management and Markets (Reprint). Butterworth-Heinemann.

Hidayah, N., & Santoso, B. (2023). Inventarisasi dan Dokumentasi Resep Kuliner Tradisional sebagai Upaya Pelestarian Budaya. Jurnal Gizi dan Pangan, 18(2), 130-140.

Ibrahim, I. (2023). Peran Komunitas dalam Menyelenggarakan Festival Budaya yang Berkelanjutan. Jurnal Manajemen Acara, 5(2), 99-110.

Kusmayadi, A. (2023). Manajemen Event: Panduan Praktis Penyelenggaraan Acara. Bandung: Rekayasa Sains.

Long, L. M. (Ed.). (2023). The Oxford Handbook of Food History. Oxford University Press.

Luthfi, M. (2023). Strategi Pemasaran Digital untuk Produk Kuliner Tradisional. Jurnal Pemasaran Digital dan Bisnis, 3(1), 45-55.

Mak, A. H. N. (2023). The role of food festivals in promoting local culinary identity. Tourism Management Perspectives, 46, 101088.

Murdijati-Gardjito. (2023). Bumbu, Penyedap, dan Penyerta Masakan Indonesia. Jakarta: Gramedia Pustaka Utama.

Parasekti, C. (2023). Storytelling dalam Branding Kuliner Lokal. Jurnal Komunikasi Strategis, 13(2), 180-192.

Rahmawati, F. (2023). Partisipasi Masyarakat dalam Festival Kuliner untuk Pengembangan Desa Wisata. Jurnal Pariwisata Pesona, 8(1), 70-81.

Siswanto, A. (2023). Higienitas dan Sanitasi dalam Penyajian Makanan di Acara Festival. Jurnal Kesehatan Lingkungan, 22(2), 150-159.

Soemardjan, S. (2023). Perubahan Sosial di Yogyakarta (Edisi Peringatan). Yogyakarta: Gadjah Mada University Press.

Turgarini, D. (2023). Gastronomi sebagai Aset Diplomasi Budaya dan Ekonomi Kreatif. Jurnal Hubungan Internasional, 12(1), 90-102.

Utomo, P. (2023). Analisis Potensi Ekonomi dari Penyelenggaraan Festival Kuliner Lokal. Jurnal Ekonomi Pembangunan, 24(2), 210-222.

Wibisono, S. (2023). Peran Media Sosial dalam Memviralkan Makanan Khas Daerah. Jurnal Studi Media, 7(1), 65-76.

Refbacks

  • There are currently no refbacks.