REVITALISASI PERMAINAN TRADISIONAL: MENGAJAK ANAK-ANAK KUTOREJO BERMAIN AKTIF
Abstract
Anak-anak di Desa Kutorejo semakin banyak menghabiskan waktu dengan gawai, yang mengakibatkan menurunnya aktivitas fisik dan interaksi sosial. Di sisi lain, kekayaan permainan tradisional yang sarat nilai-nilai luhur seperti kerja sama dan sportivitas mulai terlupakan. Program ini bertujuan merevitalisasi permainan tradisional sebagai alternatif bermain yang aktif dan edukatif. Metode Participatory Action Research (PAR) digunakan dengan melibatkan anak-anak, orang tua, dan pemuda. Tahap perencanaan dimulai dengan FGD bersama orang tua dan lokakarya gambar bersama anak-anak untuk menginventarisasi permainan tradisional yang pernah ada dan yang paling mereka minati. Disepakati untuk mengadakan "Pekan Dolanan Tradisional". Tahap aksi melibatkan para pemuda Karang Taruna yang dilatih untuk menjadi fasilitator permainan. Mereka kemudian mengorganisir sesi-sesi bermain bersama di lapangan desa setiap akhir pekan, mengajarkan cara bermain engklek, gobak sodor, egrang, dan lainnya. Orang tua dilibatkan dalam menyiapkan alat-alat permainan dari bahan-bahan lokal. Tahap observasi dilakukan dengan mengamati antusiasme, tingkat partisipasi anak-anak, dan interaksi sosial yang terjalin. Pada tahap refleksi, diadakan evaluasi ceria bersama anak-anak dan diskusi dengan orang tua untuk menjadikan kegiatan ini sebagai agenda rutin yang dikelola secara mandiri oleh komunitas.
Keywords
References
Almon, J. (2023). Adventure: The Importance of Risk in Children's Play. Alliance for Childhood.
Anggoro, T. (2023). Nilai-nilai Pendidikan Karakter dalam Permainan Tradisional Gobak Sodor. Jurnal Pendidikan Karakter, 13(1), 88-98.
Danandjaja, J. (2023). Folklor Indonesia: Ilmu Gosip, Dongeng, dan Lain-lain (Edisi Populer). Jakarta: Pustaka Utama Grafiti.
Dewi, R. S. (2023). Pengaruh Permainan Tradisional terhadap Perkembangan Keterampilan Sosial Anak Usia Sekolah Dasar. Jurnal Psikologi Anak, 10(2), 145-156.
Gray, P. (2023). Free to Learn: Why Unleashing the Instinct to Play Will Make Our Children Happier, More Self-Reliant, and Better Students for Life (Reprint). Basic Books.
Hasan, I. F. (2023). Kumpulan Permainan Rakyat Indonesia. Jakarta: Balai Pustaka.
Hidayat, A. (2023). Peran Orang Tua dalam Mengenalkan Kembali Permainan Tradisional kepada Anak. Jurnal Pendidikan Keluarga, 6(1), 50-60.
Huizinga, J. (2023). Homo Ludens: A Study of the Play-Element in Culture (Reprint). Beacon Press.
Iswinarti, I. (2023). Terapi Bermain dengan Permainan Tradisional untuk Mengurangi Kecanduan Gawai pada Anak. Jurnal Intervensi Psikologi, 15(1), 70-82.
Kurniati, E. (2023). Revitalisasi Permainan Tradisional melalui Festival Dolanan Anak. Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat, 8(3), 450-459.
Lestari, S. (2023). Inventarisasi dan Dokumentasi Permainan Tradisional sebagai Warisan Budaya Takbenda. Jurnal Kajian Budaya, 11(2), 180-191.
Louv, R. (2023). Last Child in the Woods: Saving Our Children from Nature-Deficit Disorder (Updated and Expanded). Algonquin Books.
Mulyani, S. (2023). Integrasi Permainan Tradisional dalam Pembelajaran Pendidikan Jasmani di Sekolah. Jurnal Pendidikan Jasmani dan Olahraga, 28(1), 65-75.
Opie, I., & Opie, P. (2023). The Lore and Language of Schoolchildren (Reprint). New York Review Books.
Pratiwi, W. (2023). Pemberdayaan Pemuda Karang Taruna sebagai Fasilitator Permainan Tradisional. Jurnal Studi Pemuda, 12(1), 78-88.
Raharjo, P. (2023). Membuat Alat Permainan Tradisional dari Bahan Bekas dan Bahan Alam. Jurnal Keterampilan dan Kerajinan, 5(2), 110-120.
Santrock, J. W. (2023). Child Development (16th Edition). McGraw-Hill Education.
Setyawan, D. (2023). Perbandingan Aktivitas Fisik Anak saat Bermain Permainan Tradisional dan Bermain Gawai. Jurnal Kesehatan Olahraga, 11(2), 130-139.
Sutton-Smith, B. (2023). The Ambiguity of Play (Reprint). Harvard University Press.
Zaini, H. (2023). Komunitas sebagai Ruang Pelestarian Permainan Tradisional. Jurnal Sosiologi Komunitas, 4(1), 40-51.
Refbacks
- There are currently no refbacks.













