PENERAPAN TEKNOLOGI BIOFLOK: PENINGKATAN PRODUKSI IKAN LELE DI KOLAM DESA BANARAN
Abstract
Produktivitas budidaya ikan lele di Desa Banaran cenderung stagnan akibat ketergantungan pada metode konvensional yang boros pakan dan air. Program pengabdian ini bertujuan memperkenalkan dan menerapkan teknologi bioflok sebagai solusi untuk meningkatkan efisiensi dan hasil panen. Metode yang digunakan adalah Participatory Action Research (PAR), yang melibatkan kelompok pembudidaya ikan sebagai subjek aktif dalam seluruh siklus program. Tahap awal adalah lokakarya partisipatif untuk menganalisis kendala budidaya yang ada dan memperkenalkan konsep bioflok. Selanjutnya, para pembudidaya terlibat langsung dalam perencanaan dan pembuatan kolam percontohan, termasuk pemilihan bahan dan penentuan tata letak. Tahap aksi meliputi pelatihan teknis intensif mengenai manajemen kualitas air, kultur flok, formulasi pakan, dan pengendalian penyakit. Proses monitoring dan evaluasi dilakukan secara kolektif setiap minggu untuk membahas perkembangan, memecahkan masalah yang muncul, dan mengukur laju pertumbuhan ikan serta efisiensi pakan (FCR). Program ini diharapkan dapat diadopsi secara luas, meningkatkan pendapatan pembudidaya secara signifikan, dan menjadikan budidaya lele di Banaran lebih berkelanjutan dan ramah lingkungan.
Keywords
References
Avnimelech, Y. (2023). Biofloc Technology: A Practical Guide Book (4th Edition). The World Aquaculture Society.
Crab, R., & Defoirdt, T. (2023). Microbial Community Dynamics in Biofloc Systems and Their Role in Water Quality. Aquaculture Engineering Journal, 58, 102345.
Ekasari, J., & Suprayudi, M. A. (2023). Aplikasi Probiotik untuk Peningkatan Kualitas Flok pada Budidaya Lele Sistem Bioflok. Jurnal Akuakultur Indonesia, 22(1), 88-97.
Fauzi, A. M. (2023). Pelatihan Manajemen Budidaya Ikan Lele Intensif dengan Teknologi Bioflok bagi Kelompok Tani. Jurnal Pengabdian Perikanan, 4(2), 112-121.
Hidayat, T. (2023). Analisis Kelayakan Finansial Usaha Budidaya Ikan Lele Menggunakan Sistem Bioflok vs Konvensional. Jurnal Ekonomi Perikanan, 11(2), 145-156.
Irianto, H. E. (2023). Peran Rasio C/N dalam Pembentukan dan Stabilitas Bioflok. Jurnal Teknologi Akuakultur, 7(1), 30-41.
Kurniawan, D. (2023). Penerapan Metode PAR dalam Difusi Inovasi Teknologi Pertanian di Komunitas Pedesaan. Jurnal Penyuluhan Pembangunan, 20(2), 180-192.
Lestari, S. (2023). Pemberdayaan Kelompok Pembudidaya Ikan (Pokdakan) melalui Sekolah Lapang. Jurnal Pemberdayaan Masyarakat Maritim, 6(1), 55-67.
Maulana, R. (2023). Manajemen Kualitas Air pada Sistem Budidaya Ikan Intensif. Penerbit Kanisius.
Nugroho, R. A. (2023). Pengaruh Padat Tebar terhadap Pertumbuhan dan Sintasan Ikan Lele (Clarias gariepinus) pada Sistem Bioflok. Jurnal Ilmiah Perikanan dan Kelautan, 15(3), 240-249.
Prakoso, B. (2023). Teknologi Tepat Guna untuk Peningkatan Produktivitas Sektor Perikanan Skala Kecil. Jurnal Inovasi untuk Masyarakat, 5(1), 70-81.
Raharjo, S. (2023). Evaluasi Partisipatif Program Pemberdayaan Petani Ikan. Jurnal Kebijakan Pertanian, 19(1), 45-56.
Santika, A. (2023). Pemanfaatan Sumber Karbon Lokal (Molase, Tepung Tapioka) untuk Budidaya Bioflok. Jurnal Sumber Daya Akuatik, 9(2), 101-110.
Setiadi, A. (2023). Kolaborasi antara Akademisi dan Praktisi dalam Pengembangan Teknologi Akuakultur. Jurnal Sinergi Teknologi, 3(1), 12-23.
Subagja, J. (2023). Pengendalian Penyakit Bakteri pada Ikan Lele dengan Pendekatan Ramah Lingkungan. Jurnal Kesehatan Ikan, 8(1), 60-70.
Sutrisno, E. (2023). Efisiensi Penggunaan Pakan (FCR) pada Berbagai Sistem Budidaya Ikan Air Tawar. Jurnal Nutrisi Ikan, 10(2), 133-142.
Wibowo, T. (2023). Dinamika Kelompok dan Keberlanjutan Usaha Bersama di Sektor Perikanan. Jurnal Sosiologi Pedesaan, 11(2), 190-201.
Widodo, L. (2023). Panduan Praktis Budidaya Lele Bioflok untuk Pemula. Jakarta: Agromedia Pustaka.
Yuliana, E. (2023). Peran Perempuan dalam Usaha Budidaya Perikanan Skala Rumah Tangga. Jurnal Gender dan Pembangunan, 14(1), 80-91.
Zulfikar, A. (2023). Adaptasi Teknologi Budidaya oleh Petani Kecil: Studi Kasus di Jawa Barat. Jurnal Pembangunan Pertanian, 21(1), 95-106.
Refbacks
- There are currently no refbacks.













