BIMBINGAN DAN KONSELING ISLAMI UNTUK MENGATASI STIGMA KESEHATAN MENTAL DI MASYARAKAT MUSLIM
Abstract
Stigma terhadap kesehatan mental masih menjadi penghalang utama bagi individu untuk mencari bantuan profesional, terutama di masyarakat Muslim yang kadang mengaitkan masalah mental dengan kelemahan iman atau gangguan jin. Latar belakang penelitian ini adalah urgensi bimbingan dan konseling Islami dalam mengatasi stigma ini, dengan edukasi dan pemahaman yang benar tentang kesehatan mental dari perspektif Islam. Tujuannya adalah meningkatkan kesadaran dan mengurangi diskriminasi. Metode penelitian yang digunakan adalah studi kasus di beberapa komunitas Muslim, melibatkan wawancara dengan individu yang mengalami masalah mental, keluarga, pemuka agama, dan konselor. Data dikumpulkan mengenai persepsi masyarakat terhadap kesehatan mental dan hambatan dalam mencari bantuan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa bimbingan dan konseling Islami dapat berperan aktif dalam mendidik masyarakat bahwa masalah mental adalah bagian dari ujian hidup yang memerlukan penanganan medis dan spiritual. Konselor menggunakan dalil-dalil agama untuk menjelaskan bahwa mencari pengobatan adalah bentuk ikhtiar dan tawakal. Pembahasan menggarisbawahi bahwa pendekatan ini efektif dalam mengubah persepsi negatif, mendorong penerimaan, dan memfasilitasi akses terhadap layanan kesehatan mental. Ini juga membantu membangun lingkungan yang lebih suportif dan inklusif bagi individu dengan masalah kesehatan mental dalam masyarakat Muslim.
Â
Keywords
Refbacks
- There are currently no refbacks.













