ASTRONOMI DAN FIKIH KAJIAN INTEGRATIF TENTANG RUKYATUL HILAL GLOBAL

Autor(s): Abdul Kholiq

Abstract

Artikel ini menyajikan kajian integratif antara astronomi dan fikih dalam konteks rukyatul hilal global. Latar belakang masalahnya adalah perbedaan penetapan awal bulan hijriah di berbagai belahan dunia yang seringkali disebabkan oleh perbedaan pemahaman antara aspek astronomis dan fikih. Metode yang digunakan adalah pendekatan interdisipliner yang menganalisis kriteria kriteria astronomi untuk visibilitas hilal seperti kriteria Odeh dan kriteria MABIMS serta membandingkannya dengan interpretasi dalil dalil syariah tentang rukyatul hilal dari berbagai mazhab. Data dikumpulkan dari konferensi internasional fatwa ulama dan jurnal ilmiah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa untuk mencapai kesatuan global diperlukan pemahaman yang mendalam tentang kedua disiplin ilmu. Astronomi dapat memberikan data objektif tentang kemungkinan hilal terlihat sementara fikih memberikan batasan dan pedoman syar'i. Pembahasan lebih lanjut menguraikan bahwa solusi terbaik mungkin terletak pada adopsi kriteria imkanur rukyat yang disepakati secara global yang menggabungkan perhitungan astronomi dengan syarat visibilitas yang realistis. Kajian integratif ini diharapkan dapat menjembatani kesenjangan antara sains dan agama demi persatuan umat dalam menjalankan ibadah.

 

Keywords

Astronomi, Fikih, Rukyatul Hilal, Global, Kajian Integratif

Refbacks

  • There are currently no refbacks.