SENI PERTUNJUKAN SEBAGAI WAHANA: MENGEMBANGKAN KREATIVITAS DAN EKSPRESI DIRI.

Autor(s): Reni Prastiwi

Abstract

Latar belakang masalah ini adalah bahwa dalam kurikulum yang berorientasi pada akademik, seni pertunjukan (drama, musik, tari) seringkali dianggap sebagai mata pelajaran tambahan, padahal mereka menawarkan wahana unik untuk mengembangkan kreativitas, ekspresi diri, dan keterampilan sosial-emosional yang penting. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi bagaimana partisipasi dalam seni pertunjukan dapat secara signifikan memupuk kreativitas dan meningkatkan ekspresi diri pada siswa dari berbagai jenjang pendidikan. Metode yang digunakan adalah studi kualitatif dengan observasi partisipatif dan wawancara mendalam dengan siswa dan guru di beberapa program seni pertunjukan di sekolah dan komunitas. Data dikumpulkan tentang proses kreatif, interaksi kelompok, dan dampak pada kepercayaan diri serta kemampuan berekspresi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa seni pertunjukan menyediakan lingkungan yang aman untuk bereksperimen dengan ide-ide, mengambil risiko, berkolaborasi, dan mengkomunikasikan emosi serta narasi secara non-verbal. Siswa menunjukkan peningkatan signifikan dalam orisinalitas, keluwesan berpikir, dan kemampuan untuk mengekspresikan identitas mereka. Pembahasan menggarisbawahi bahwa seni pertunjukan mengajarkan resiliensi, empati, dan kemampuan untuk beradaptasi dengan perubahan, yang semuanya merupakan aspek penting dari kreativitas. Implikasi utamanya adalah rekomendasi untuk mengintegrasikan seni pertunjukan secara lebih substansial ke dalam kurikulum pendidikan, mengakui nilainya sebagai alat fundamental untuk pengembangan holistik siswa dan pemupukan potensi kreatif mereka.

 

Keywords

Seni Pertunjukan, Kreativitas, Ekspresi Diri, Pengembangan Holistik, Pendidikan Seni.

Refbacks

  • There are currently no refbacks.