DARI HAFALAN KE PENEMUAN: MENGGESER PARADIGMA PEMBELAJARAN SEJARAH.

Autor(s): Erwan Susanto

Abstract

Latar belakang masalah ini adalah bahwa pembelajaran sejarah seringkali didominasi oleh hafalan fakta dan tanggal, yang dapat membuatnya terasa kaku dan kurang menarik, serta mengabaikan potensi mata pelajaran ini untuk memupuk pemikiran kritis dan kreatif. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi bagaimana pergeseran dari paradigma hafalan ke paradigma penemuan dapat mempromosikan kreativitas dalam pembelajaran sejarah. Metode yang digunakan adalah studi intervensi di mana sekelompok siswa sekolah menengah diajarkan sejarah melalui metode berbasis penemuan, seperti analisis sumber primer, simulasi sejarah, dan proyek penelitian orisinal, sementara kelompok kontrol menggunakan metode tradisional. Data dikumpulkan melalui proyek penelitian siswa (dinilai kreativitasnya), kuesioner keterlibatan, dan wawancara fokus grup. Hasil penelitian menunjukkan bahwa siswa dalam kelompok penemuan menunjukkan peningkatan signifikan dalam kemampuan mereka untuk menganalisis, menginterpretasi, dan menyajikan narasi sejarah dengan cara yang orisinal dan mendalam. Mereka juga menunjukkan tingkat keterlibatan yang lebih tinggi dan pemahaman yang lebih kaya tentang kompleksitas sejarah. Pembahasan menggarisbawahi bahwa pembelajaran sejarah sebagai proses penemuan memungkinkan siswa untuk menjadi sejarawan mini, mengembangkan empati, dan menggunakan imajinasi mereka untuk merekonstruksi masa lalu. Implikasi utamanya adalah rekomendasi untuk menggeser fokus pembelajaran sejarah dari reproduksi fakta menjadi eksplorasi aktif, memupuk kreativitas dan pemikiran kritis yang esensial untuk memahami dunia.

 

Keywords

Pembelajaran Sejarah, Paradigma Penemuan, Kreativitas, Pemikiran Kritis, Historisisme.

Refbacks

  • There are currently no refbacks.