TRANSMISI BUDAYA ANTARGENERASI MELALUI KULINER TRADISIONAL DI MASYARAKAT URBAN

Autor(s): Lulud Wijayanti

Abstract

Kuliner tradisional seringkali menjadi medium penting dalam transmisi nilai dan identitas budaya antar generasi, terutama di tengah arus urbanisasi yang mengikis praktik-praktik tradisional. Latar belakang penelitian ini adalah untuk mengeksplorasi bagaimana kuliner tradisional berperan sebagai agen sosialisasi budaya dalam keluarga urban, serta tantangan dan strategi pelestariannya. Metode yang digunakan meliputi wawancara mendalam dengan anggota keluarga dari tiga generasi (kakek/nenek, orang tua, anak) di kota besar, observasi partisipatif dalam kegiatan memasak dan makan bersama, serta analisis narasi tentang makna dan memori yang terkait dengan makanan tertentu. Hasil penelitian menunjukkan bahwa proses memasak, berbagi resep, dan makan bersama menjadi ritual sosialisasi yang efektif untuk menanamkan nilai-nilai keluarga, sejarah, dan identitas etnis. Pembahasan menekankan bahwa di tengah gaya hidup modern, kuliner tradisional menghadapi tantangan berupa kurangnya waktu, perubahan selera, dan ketersediaan bahan. Namun, upaya pelestarian melalui kelas memasak, festival kuliner, dan dokumentasi digital menunjukkan potensi untuk menjaga kesinambungan budaya ini, memperkuat ikatan keluarga dan komunitas, serta memberikan rasa memiliki di tengah perubahan sosial yang cepat.

 

Keywords

Transmisi Budaya, Kuliner Tradisional, Sosialisasi Antargenerasi, Masyarakat Urban, Pelestarian Budaya

Refbacks

  • There are currently no refbacks.