PERAN PENDIDIKAN NONFORMAL DALAM PEWARISAN KETERAMPILAN SENI TRADISIONAL PADA ANAK DAN REMAJA
Abstract
Keterampilan seni tradisional menghadapi tantangan dalam pewarisan, seringkali tidak terakomodasi secara memadai dalam pendidikan formal. Latar belakang penelitian ini adalah untuk menganalisis peran pendidikan nonformal (misalnya, sanggar seni, lokakarya komunitas, kursus privat) dalam pewarisan keterampilan seni tradisional pada anak dan remaja. Metode yang digunakan meliputi studi kasus pada beberapa sanggar seni tradisional yang aktif, observasi partisipatif sesi latihan dan pengajaran, serta wawancara dengan instruktur, siswa, dan orang tua. Data dikumpulkan mengenai motivasi siswa, metode pengajaran, dan dampak terhadap keterampilan serta apresiasi budaya mereka. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pendidikan nonformal menyediakan lingkungan belajar yang fleksibel, berorientasi praktik, dan didukung oleh komunitas, yang sangat efektif dalam menumbuhkan minat dan kemampuan anak-anak serta remaja dalam seni tradisional. Pembahasan menekankan bahwa pendidikan nonformal tidak hanya melestarikan keterampilan teknis, tetapi juga menanamkan nilai-nilai disiplin, kesabaran, kreativitas, dan rasa bangga terhadap warisan budaya. Tantangan meliputi pendanaan dan promosi. Namun, dengan dukungan yang memadai, pendidikan nonformal dapat menjadi garda terdepan dalam menjaga keberlanjutan seni tradisional, memastikan bahwa generasi mendatang memiliki akses untuk belajar dan mengapresiasi kekayaan budaya mereka.
Â
Keywords
Refbacks
- There are currently no refbacks.













