PELAPORAN KEBERLANJUTAN GLOBAL: PERBANDINGAN STANDAR DAN IMPLIKASI BAGI REPUTASI PERUSAHAAN
Abstract
Latar belakang penelitian ini adalah meningkatnya tuntutan dari investor, regulator, dan masyarakat sipil agar perusahaan tidak hanya melaporkan kinerja keuangan tetapi juga kinerja keberlanjutan mereka. Di tingkat global, proliferasi standar pelaporan keberlanjutan yang berbeda, seperti Global Reporting Initiative atau GRI, Sustainability Accounting Standards Board atau SASB, dan Task Force on Climate-related Financial Disclosures atau TCFD, menciptakan kompleksitas bagi perusahaan multinasional. Penelitian ini bertujuan untuk membandingkan berbagai standar pelaporan keberlanjutan global dan menganalisis implikasinya terhadap reputasi perusahaan. Metode yang digunakan adalah pendekatan kualitatif dengan analisis komparatif standar pelaporan keberlanjutan utama, dilengkapi dengan studi kasus terhadap beberapa perusahaan multinasional yang telah mengadopsi standar-standar tersebut. Data dikumpulkan melalui tinjauan dokumen standar, laporan keberlanjutan perusahaan, dan publikasi industri. Hasil penelitian menunjukkan bahwa meskipun ada tumpang tindih, setiap standar memiliki fokus dan metrik yang berbeda, yang dapat membingungkan bagi perusahaan dan pengguna laporan. Perusahaan yang mengadopsi standar yang diakui secara luas dan menyediakan pelaporan yang transparan dan terverifikasi cenderung memiliki reputasi keberlanjutan yang lebih baik, menarik investor yang bertanggung jawab, dan memitigasi risiko reputasi. Pembahasan lebih lanjut menyoroti bahwa konsistensi dan kualitas data dalam pelaporan adalah kunci untuk membangun kredibilitas. Studi ini memberikan wawasan berharga bagi perusahaan multinasional yang ingin meningkatkan praktik pelaporan keberlanjutan mereka, menekankan bahwa pemilihan standar yang tepat dan komitmen terhadap transparansi yang tinggi adalah esensial untuk membangun kepercayaan pemangku kepentingan, memperkuat reputasi, dan menunjukkan komitmen terhadap keberlanjutan di pasar global yang semakin menuntut akuntabilitas non-keuangan.
Â
Keywords
Refbacks
- There are currently no refbacks.













