PERAN PERUSAHAAN MULTINASIONAL DALAM PEMBANGUNAN KOMUNITAS LOKAL: STUDI KASUS CSR DI NEGARA BERKEMBANG
Abstract
Latar belakang penelitian ini adalah peran ganda perusahaan multinasional sebagai agen ekonomi dan aktor sosial di negara-negara berkembang. Meskipun seringkali membawa investasi, teknologi, dan lapangan kerja, operasi mereka juga dapat menimbulkan dampak negatif. Oleh karena itu, inisiatif tanggung jawab sosial perusahaan atau CSR, khususnya yang berfokus pada pembangunan komunitas lokal, menjadi krusial untuk membangun legitimasi dan hubungan yang positif. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran perusahaan multinasional dalam pembangunan komunitas lokal melalui inisiatif CSR, dengan studi kasus di negara berkembang. Metode yang digunakan adalah pendekatan kualitatif dengan studi kasus berganda, mengkaji inisiatif CSR beberapa perusahaan multinasional di sektor ekstraktif dan manufaktur yang beroperasi di negara berkembang. Data dikumpulkan melalui wawancara dengan manajer CSR, perwakilan komunitas lokal, dan organisasi non-pemerintah, serta analisis laporan keberlanjutan perusahaan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa inisiatif CSR yang paling efektif dalam pembangunan komunitas lokal adalah yang bersifat partisipatif, melibatkan komunitas dalam perencanaan dan implementasi, dan berfokus pada kebutuhan lokal yang spesifik seperti pendidikan, kesehatan, atau pengembangan mata pencaharian. Ditemukan bahwa kemitraan dengan organisasi lokal dan pemerintah juga sangat penting. Pembahasan lebih lanjut menyoroti bahwa CSR yang autentik dan berdampak positif dapat meningkatkan reputasi perusahaan, mengurangi risiko konflik sosial, dan menciptakan lingkungan operasi yang lebih stabil. Studi ini memberikan wawasan berharga bagi perusahaan multinasional yang ingin memaksimalkan dampak positif mereka di negara berkembang, menekankan bahwa investasi pada pembangunan komunitas lokal yang strategis dan berkelanjutan adalah kunci untuk membangun hubungan jangka panjang yang kuat dan berkontribusi pada pembangunan sosial ekonomi yang inklusif.
Â
Keywords
Refbacks
- There are currently no refbacks.













