TANTANGAN HERMENEUTIKA AL-QUR'AN: MEMBACA TEKS SUCI DI ERA POST-MODERN
Abstract
Di era post-modern yang ditandai oleh pluralisme interpretasi, dekonstruksi makna, dan dominasi subjektivitas, pembacaan Alquran menghadapi tantangan hermeneutika yang kompleks. Interpretasi tekstual yang kaku seringkali gagal menangkap kekayaan makna Alquran atau membuatnya relevan dengan isu-isu kontemporer, sementara interpretasi yang terlalu bebas dapat mengaburkan otoritas teks suci. Masalahnya adalah bagaimana mengembangkan metodologi hermeneutika Alquran yang memungkinkan pembacaan yang kritis, kontekstual, dan relevan tanpa jatuh ke dalam relativisme. Latar belakang ini menyoroti urgensi untuk meninjau kembali pendekatan dalam memahami Alquran. Penelitian ini menggunakan metode analisis hermeneutika dan komparatif, mengkaji berbagai pendekatan tafsir klasik dan modern, serta mendalami teori-teori hermeneutika kontemporer. Tujuannya adalah untuk mengidentifikasi prinsip-prinsip yang dapat memandu interpretasi Alquran di era post-modern. Hasil penelitian menunjukkan bahwa hermeneutika Alquran yang efektif memerlukan pemahaman mendalam tentang bahasa Arab, konteks historis penurunan ayat, maqasid syariah, dan realitas kontemporer. Misalnya, pemahaman tentang metafora dan simbolisme dalam Alquran sangat penting untuk menghindari interpretasi literal yang keliru. Pembahasan menggarisbawahi pentingnya dialog antara ahli tafsir, linguis, dan ilmuwan sosial untuk memperkaya interpretasi. Kesimpulannya, menghadapi tantangan hermeneutika Alquran di era post-modern adalah tugas krusial bagi akademisi dan peneliti, memastikan bahwa Alquran tetap menjadi sumber petunjuk yang hidup dan relevan bagi umat manusia dalam menghadapi kompleksitas zaman.
Â
Keywords
Refbacks
- There are currently no refbacks.













