ISLAM DAN PLURALISME: MEMBANGUN KOEKSISTENSI DAMAI ANTARUMAT BERAGAMA
Abstract
Di dunia yang semakin terhubung, masyarakat dihadapkan pada realitas pluralisme agama, namun seringkali ketegangan dan konflik muncul akibat kurangnya pemahaman, intoleransi, atau klaim kebenaran yang eksklusif. Masalahnya adalah bagaimana Islam, sebagai agama mayoritas di banyak wilayah, dapat mempromosikan pluralisme dan membangun koeksistensi damai antarumat beragama, bukan hanya sebagai toleransi pasif tetapi sebagai pengakuan aktif terhadap keberagaman. Latar belakang ini menyoroti urgensi untuk mengembangkan teologi pluralisme Islam. Penelitian ini menggunakan metode analisis tekstual dan studi kasus, mengkaji ayat-ayat Alquran dan Hadis Nabi yang berbicara tentang keragaman dan hubungan dengan non-Muslim, serta meninjau inisiatif dialog antaragama yang berhasil di berbagai negara. Data dikumpulkan dari kitab tafsir, hadis, dan laporan dialog antaragama. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Islam memiliki fondasi teologis yang kuat untuk pluralisme, mengakui keragaman sebagai kehendak Tuhan dan mendorong keadilan serta kebaikan terhadap semua manusia. Misalnya, konsep rahmatan lil alamin dan ayat-ayat yang menekankan kebebasan beragama. Pembahasan menggarisbawahi pentingnya pendidikan pluralisme di lembaga-lembaga pendidikan Islam, peran ulama dalam mempromosikan dialog, dan pengembangan narasi yang inklusif. Kesimpulannya, Islam dan pluralisme dapat berjalan seiring, dan membangun koeksistensi damai antarumat beragama adalah tugas krusial bagi umat Muslim, yang tidak hanya memperkuat masyarakat tetapi juga menunjukkan keindahan ajaran Islam yang universal.
Â
Keywords
Refbacks
- There are currently no refbacks.













