NEGOSIASI MAKNA DALAM INTERAKSI LINTAS BUDAYA DI LINGKUNGAN KERJA MULTINASIONAL
Abstract
Lingkungan kerja multinasional yang diisi oleh individu dari berbagai latar belakang budaya menawarkan potensi inovasi, namun juga seringkali diwarnai oleh kesalahpahaman dan konflik akibat perbedaan interpretasi makna. Negosiasi makna menjadi kunci keberhasilan kolaborasi. Penelitian ini menganalisis proses negosiasi makna dalam interaksi lintas budaya di lingkungan kerja multinasional. Metode yang digunakan adalah studi kasus kualitatif di beberapa perusahaan multinasional, melibatkan observasi partisipatif dalam rapat tim, analisis komunikasi verbal dan non-verbal, serta wawancara mendalam dengan karyawan dari berbagai kebangsaan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perbedaan dalam nilai-nilai budaya, gaya komunikasi, dan norma sosial seringkali menyebabkan interpretasi yang berbeda terhadap pesan, perilaku, atau keputusan. Pembahasan lebih lanjut mengungkapkan bahwa negosiasi makna terjadi secara implisit maupun eksplisit, melalui klarifikasi, adaptasi, dan kompromi. Implikasi dari temuan ini adalah pentingnya pelatihan sensitivitas budaya, pengembangan kompetensi komunikasi antarbudaya, dan penciptaan lingkungan kerja yang inklusif yang menghargai keberagaman. Dengan demikian, perusahaan dapat memfasilitasi negosiasi makna yang lebih efektif, mengurangi konflik, dan memaksimalkan potensi kolaborasi lintas budaya untuk mencapai tujuan organisasi dan meningkatkan daya saing global.
Â
Keywords
Refbacks
- There are currently no refbacks.













