PENGALAMAN SOLASTALGIA: DAMPAK PERUBAHAN IKLIM TERHADAP KESEJAHTERAAN EMOSIONAL KOMUNITAS LOKAL

Autor(s): Nur Kholiq

Abstract

Perubahan iklim tidak hanya menyebabkan kerusakan fisik dan ekonomi, tetapi juga memiliki dampak mendalam pada kesejahteraan emosional individu dan komunitas, memunculkan konsep solastalgia, yaitu kesedihan atau kehilangan yang dialami akibat perubahan lingkungan yang signifikan. Fenomena ini seringkali terabaikan dalam diskursus perubahan iklim. Penelitian ini menganalisis pengalaman solastalgia dan dampaknya terhadap kesejahteraan emosional komunitas lokal yang terdampak langsung oleh perubahan iklim, seperti kenaikan permukaan air laut, kekeringan, atau badai ekstrem. Metode yang digunakan adalah studi kasus kualitatif di beberapa komunitas pesisir atau pertanian yang rentan, melibatkan wawancara mendalam dengan penduduk, analisis narasi pribadi, dan observasi partisipatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa solastalgia bermanifestasi sebagai perasaan kehilangan tempat tinggal, identitas, dan masa depan yang stabil, memicu kecemasan, depresi, dan kesedihan yang mendalam. Pembahasan lebih lanjut mengungkapkan bahwa ikatan emosional dengan lingkungan yang berubah secara drastis memperparah penderitaan psikologis. Implikasi dari temuan ini adalah perlunya pendekatan yang lebih holistik dalam penanganan perubahan iklim, yang tidak hanya berfokus pada mitigasi dan adaptasi fisik, tetapi juga pada dukungan psikososial bagi komunitas yang terdampak, guna menjaga kesehatan mental dan resiliensi sosial di tengah krisis lingkungan global.

 

Keywords

Solastalgia, Perubahan Iklim, Kesejahteraan Emosional, Komunitas Lokal, Sosiologi Lingkungan

Refbacks

  • There are currently no refbacks.