URBANISASI CERDAS DAN TANTANGAN INKLUSI SOSIAL BAGI PENDUDUK RENTAN DI KOTA MASA DEPAN

Autor(s): Siswanto Siswanto

Abstract

Konsep urbanisasi cerdas menjanjikan kota-kota yang lebih efisien dan berkelanjutan melalui teknologi, namun terdapat kekhawatiran bahwa implementasinya dapat memperparah marginalisasi dan menciptakan tantangan inklusi sosial bagi penduduk rentan. Kesenjangan digital dan akses terhadap infrastruktur cerdas menjadi masalah krusial. Penelitian ini menganalisis tantangan inklusi sosial yang dihadapi penduduk rentan dalam konteks urbanisasi cerdas di kota masa depan. Metode yang digunakan adalah studi kasus di beberapa kota yang sedang mengembangkan inisiatif kota cerdas, melibatkan wawancara dengan pembuat kebijakan, pengembang teknologi, dan perwakilan komunitas rentan, serta analisis kebijakan dan proyek kota cerdas. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tanpa perencanaan yang inklusif, teknologi kota cerdas dapat memperlebar kesenjangan akses terhadap layanan, informasi, dan peluang ekonomi bagi kelompok marginal. Pembahasan lebih lanjut mengungkapkan bahwa masalah privasi data, pengawasan, dan kurangnya partisipasi masyarakat rentan dalam desain solusi juga menjadi tantangan. Implikasi dari temuan ini adalah perlunya pendekatan pembangunan kota cerdas yang berpusat pada manusia, memastikan bahwa teknologi digunakan untuk memberdayakan semua warga, bukan hanya segelintir elite. Kebijakan yang mendukung literasi digital, akses terjangkau ke teknologi, dan partisipasi aktif komunitas rentan dalam proses perencanaan adalah kunci untuk menciptakan kota cerdas yang benar-benar inklusif dan adil.

 

Keywords

Urbanisasi Cerdas, Inklusi Sosial, Penduduk Rentan, Kota Masa Depan, Tantangan

Refbacks

  • There are currently no refbacks.