SOSIOLOGI MAKANAN: KONSUMSI PANGAN LOKAL DAN PEMBENTUKAN IDENTITAS KOMUNITAS
Abstract
Makanan tidak hanya berfungsi sebagai pemenuhan kebutuhan biologis, tetapi juga memiliki dimensi sosial dan budaya yang mendalam, berperan dalam pembentukan identitas individu dan komunitas. Konsumsi pangan lokal, khususnya, dapat menjadi penanda identitas yang kuat. Penelitian ini menganalisis bagaimana konsumsi pangan lokal berkontribusi pada pembentukan identitas komunitas dari perspektif sosiologi makanan. Metode yang digunakan adalah studi kasus kualitatif di beberapa komunitas yang sangat menghargai pangan lokal mereka, melibatkan observasi partisipatif dalam ritual makan, wawancara dengan produsen dan konsumen lokal, serta analisis narasi kuliner. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pangan lokal tidak hanya merepresentasikan tradisi kuliner, tetapi juga nilai-nilai budaya, sejarah, dan hubungan dengan lingkungan. Pembahasan lebih lanjut mengungkapkan bahwa konsumsi dan produksi pangan lokal memperkuat ikatan sosial, memelihara pengetahuan tradisional, dan menciptakan rasa memiliki terhadap tempat. Implikasi dari temuan ini adalah pentingnya mendukung sistem pangan lokal yang berkelanjutan, mempromosikan keanekaragaman hayati, dan mengakui peran makanan sebagai elemen krusial dalam identitas budaya dan kohesi komunitas. Pemahaman ini penting untuk kebijakan pangan, pengembangan pariwisata, dan pelestarian warisan budaya.
Â
Keywords
Refbacks
- There are currently no refbacks.













