PERAN SENI JALANAN SEBAGAI BENTUK EKSPRESI POLITIK DAN KRITIK SOSIAL DI RUANG PUBLIK PERKOTAAN

Autor(s): A Wathon

Abstract

Seni jalanan, seperti grafiti atau mural, seringkali dianggap sebagai vandalisme, namun ia juga berfungsi sebagai bentuk ekspresi politik dan kritik sosial yang kuat di ruang publik perkotaan. Ia memberikan suara kepada mereka yang terpinggirkan dan menantang narasi dominan. Penelitian ini menganalisis peran seni jalanan sebagai bentuk ekspresi politik dan kritik sosial di ruang publik perkotaan. Metode yang digunakan adalah analisis konten terhadap karya seni jalanan yang menonjol, observasi partisipatif di area dengan seni jalanan yang aktif, dan wawancara dengan seniman jalanan serta warga lokal. Hasil penelitian menunjukkan bahwa seni jalanan digunakan untuk mengomentari isu-isu sosial seperti ketidakadilan, korupsi, kesenjangan ekonomi, atau protes terhadap kebijakan pemerintah. Pembahasan lebih lanjut mengungkapkan bahwa sifatnya yang ilegal dan efemeral justru memperkuat pesannya, menarik perhatian publik dan memicu diskusi. Implikasi dari temuan ini adalah bahwa seni jalanan adalah bentuk aktivisme budaya yang penting, yang merefleksikan dinamika kekuasaan di kota dan memberikan ruang bagi ekspresi alternatif. Pemahaman ini penting bagi sosiolog perkotaan, aktivis, dan pembuat kebijakan untuk mengakui potensi seni jalanan sebagai alat perubahan sosial dan dialog publik.

 

Keywords

Seni Jalanan, Ekspresi Politik, Kritik Sosial, Ruang Publik, Perkotaan

Refbacks

  • There are currently no refbacks.