DAKWAH KONTEMPORER: MEMBANGUN NARASI INKLUSIF MELALUI PENDEKATAN KOMUNIKASI PARTISIPATIF

Autor(s): Zuhal Alfian Akbar

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh kebutuhan mendesak akan narasi dakwah yang inklusif di tengah meningkatnya polarisasi dan eksklusivisme dalam masyarakat, khususnya dalam konteks keagamaan. Tujuan penelitian ini adalah mengeksplorasi bagaimana pendekatan komunikasi partisipatif dapat diterapkan untuk membangun narasi dakwah yang lebih inklusif dan merangkul berbagai kalangan. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif dengan pendekatan studi kasus pada komunitas atau organisasi dakwah yang secara aktif menerapkan prinsip-prinsip partisipasi dalam program-program mereka. Pengumpulan data melibatkan wawancara dengan para aktivis dakwah, observasi kegiatan, dan analisis dokumen terkait. Hasil penelitian menunjukkan bahwa komunikasi partisipatif, yang melibatkan audiens dalam proses perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi dakwah, berhasil menciptakan rasa kepemilikan dan keterlibatan yang lebih tinggi. Hal ini memungkinkan terwujudnya narasi dakwah yang lebih responsif terhadap kebutuhan dan aspirasi beragam kelompok masyarakat, termasuk mereka yang selama ini merasa terpinggirkan. Pembahasan mengindikasikan bahwa pendekatan ini tidak hanya memperkuat kohesi sosial tetapi juga mempromosikan pemahaman Islam yang moderat dan toleran, menantang model dakwah top-down tradisional. Implikasi dari temuan ini adalah pentingnya pergeseran paradigma dalam dakwah menuju model yang lebih dialogis dan memberdayakan, sehingga pesan keagamaan dapat diterima secara luas dan menciptakan dampak positif yang berkelanjutan dalam masyarakat.

 

Keywords

Dakwah Kontemporer, Narasi Inklusif, Komunikasi Partisipatif, Kohesi Sosial, Toleransi Beragama

Refbacks

  • There are currently no refbacks.