STRATEGI MONETISASI KONTEN DAKWAH DIGITAL: ANTARA SYIAR DAN EKONOMI KREATIF

Autor(s): A Wathon

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh meningkatnya produksi konten dakwah digital yang membutuhkan sumber daya finansial berkelanjutan, memunculkan pertanyaan tentang strategi monetisasi yang etis dan efektif. Tujuan penelitian ini adalah menganalisis berbagai strategi monetisasi konten dakwah digital, meninjau keseimbangan antara tujuan syiar dan aspek ekonomi kreatif. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif dengan pendekatan studi kasus pada beberapa kreator konten dakwah dan lembaga dakwah digital yang berhasil memonetisasi karyanya. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara dengan para kreator dan analisis model bisnis yang mereka terapkan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa strategi monetisasi yang umum meliputi iklan platform, endorsement produk halal, donasi sukarela, penjualan merchandise, dan langganan konten premium. Ditemukan bahwa kreator yang berhasil cenderung mengedepankan kualitas konten dan nilai-nilai dakwah, sehingga monetisasi dianggap sebagai sarana untuk keberlanjutan syiar, bukan tujuan utama. Pembahasan menggarisbawahi bahwa tantangan etis muncul ketika ada potensi konflik antara nilai-nilai keagamaan dan kepentingan komersial, menuntut transparansi dan integritas. Implikasi dari temuan ini adalah pentingnya bagi para kreator dan lembaga dakwah untuk merumuskan kebijakan monetisasi yang jelas, menjaga kredibilitas, dan memastikan bahwa aspek ekonomi kreatif tidak mengorbankan esensi dakwah. Monetisasi yang bijak dapat menjadi pilar keberlanjutan dakwah digital, memungkinkan penyebaran pesan kebaikan yang lebih luas dan profesional.

 

Keywords

Monetisasi, Konten Dakwah Digital, Syiar, Ekonomi Kreatif, Strategi Bisnis

Refbacks

  • There are currently no refbacks.