DIPLOMASI BUDAYA ISLAM: MEMPERKENALKAN PERADABAN ISLAM MELALUI KOMUNIKASI SENI DAN TRADISI
Abstract
Penelitian ini dilatarbelakangi oleh kebutuhan untuk menyajikan citra Islam yang komprehensif dan positif di kancah global, melampaui narasi politik atau konflik, dengan memanfaatkan potensi diplomasi budaya. Tujuan penelitian ini adalah menganalisis bagaimana diplomasi budaya Islam, melalui komunikasi seni dan tradisi, dapat efektif memperkenalkan peradaban Islam kepada dunia. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif dengan pendekatan studi kasus pada beberapa inisiatif diplomasi budaya Islam yang telah berhasil, seperti pameran seni kaligrafi, festival film Islam, atau pertunjukan musik sufistik. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara dengan penyelenggara, seniman, dan audiens internasional, serta analisis dokumentasi acara. Hasil penelitian menunjukkan bahwa seni dan tradisi Islam, seperti arsitektur, kaligrafi, musik, dan kuliner, memiliki daya tarik universal yang mampu menjembatani perbedaan budaya dan bahasa. Komunikasi melalui medium ini berhasil menyampaikan nilai-nilai estetika, spiritualitas, dan toleransi Islam secara non-konfrontatif dan menarik. Audiens non-Muslim menunjukkan apresiasi yang tinggi terhadap kekayaan peradaban Islam. Pembahasan menggarisbawahi bahwa diplomasi budaya merupakan strategi komunikasi yang efektif untuk melawan stereotip negatif dan membangun pemahaman antarperadaban. Implikasi dari temuan ini adalah pentingnya dukungan pemerintah dan lembaga kebudayaan untuk mempromosikan lebih banyak inisiatif diplomasi budaya Islam, memanfaatkan seniman dan budayawan sebagai duta, sehingga citra Islam yang kaya dan damai dapat tersebar luas di seluruh dunia.
Â
Keywords
Refbacks
- There are currently no refbacks.













