STRATEGI KOMUNIKASI PESANTREN DALAM MEMPERTAHANKAN TRADISI DI ERA MODERNISASI
Abstract
Penelitian ini dilatarbelakangi oleh tantangan modernisasi yang mengancam eksistensi dan relevansi tradisi di pesantren, menuntut strategi komunikasi yang adaptif untuk mempertahankan nilai-nilai luhur. Tujuan penelitian ini adalah menganalisis strategi komunikasi yang diterapkan pesantren dalam mempertahankan tradisi di tengah arus modernisasi. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif dengan pendekatan studi kasus pada beberapa pesantren salaf yang berhasil menjaga tradisi sambil beradaptasi dengan perubahan zaman. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara mendalam dengan kiai, pengurus, santri, dan alumni, serta observasi partisipatif terhadap kegiatan belajar mengajar dan kehidupan sehari-hari di pesantren. Hasil penelitian menunjukkan bahwa strategi komunikasi pesantren meliputi internalisasi nilai melalui keteladanan kiai, pengajaran kitab kuning secara berkesinambungan, penggunaan bahasa lokal, serta penyelenggaraan tradisi seperti sorogan dan bandongan. Pesantren juga berkomunikasi dengan masyarakat luar melalui kegiatan sosial dan keagamaan. Pembahasan menggarisbawahi bahwa komunikasi yang efektif dalam pesantren bersifat holistik, melibatkan aspek verbal dan non-verbal, serta menciptakan lingkungan yang kondusif bagi transmisi nilai. Implikasi dari temuan ini adalah pentingnya bagi pesantren untuk terus berinovasi dalam metode komunikasi tanpa mengorbankan esensi tradisi, memanfaatkan teknologi untuk memperluas jangkauan dakwah, dan membangun citra positif di mata publik. Dengan demikian, pesantren dapat tetap relevan sebagai pusat pendidikan dan penjaga tradisi keilmuan Islam di era modern.
Â
Keywords
Refbacks
- There are currently no refbacks.













