DAMPAK PERUBAHAN IKLIM TERHADAP POLA PENYAKIT MENULAR VEKTOR-BORNE DI PESISIR.

Autor(s): Alifah Hasna

Abstract

Perubahan iklim global, ditandai dengan kenaikan suhu, perubahan pola curah hujan, dan kejadian cuaca ekstrem, memiliki dampak signifikan terhadap ekologi vektor dan dinamika transmisi penyakit menular vektor-borne (PMVB). Wilayah pesisir, yang rentan terhadap kenaikan permukaan air laut dan intrusi air asin, menghadapi risiko ganda dari perubahan lingkungan ini. Latar belakang ini menyoroti kebutuhan mendesak untuk memahami bagaimana perubahan iklim memodifikasi pola PMVB di ekosistem pesisir. Penelitian ini bertujuan menganalisis dampak perubahan iklim terhadap insiden dan distribusi geografis PMVB (misalnya, malaria, demam berdarah, chikungunya) di komunitas pesisir Indonesia. Metode yang digunakan adalah studi ekologis dan analisis data spasial-temporal, mengintegrasikan data iklim (suhu, curah hujan, kelembaban) dari stasiun meteorologi dengan data kasus PMVB dari fasilitas kesehatan setempat selama periode 15 tahun (misalnya, 2010-2024). Pemetaan geografis menggunakan Sistem Informasi Geografis (SIG) akan dilakukan untuk mengidentifikasi area berisiko tinggi. Analisis regresi berganda akan digunakan untuk mengukur hubungan antara variabel iklim dan insiden PMVB. Hasil awal menunjukkan korelasi positif antara peningkatan suhu dan curah hujan dengan lonjakan kasus demam berdarah di beberapa wilayah pesisir, mengindikasikan perluasan habitat vektor. Pembahasan akan menguraikan mekanisme biologis dan ekologis yang mendasari hubungan ini, serta menyoroti kerentanan spesifik komunitas pesisir. Implikasi dari penelitian ini adalah rekomendasi untuk pengembangan strategi adaptasi kesehatan masyarakat yang berbasis iklim, seperti sistem peringatan dini, pengelolaan vektor yang terintegrasi, dan penguatan kapasitas kesiapsiagaan di wilayah pesisir yang rentan.

 

Keywords

Perubahan Iklim, Penyakit Vektor-Borne, Pesisir, Epidemiologi, Adaptasi Kesehatan.

Refbacks

  • There are currently no refbacks.