KESEHATAN PEKERJA INFORMAL DI SEKTOR PENGELOLAAN LIMBAH: TANTANGAN DAN REKOMENDASI.
Abstract
Pekerja informal di sektor pengelolaan limbah, seperti pemulung dan pengumpul sampah, memainkan peran krusial dalam sistem daur ulang, namun seringkali bekerja dalam kondisi yang tidak aman dan tidak sehat, tanpa perlindungan sosial atau akses layanan kesehatan yang memadai. Mereka terpapar berbagai risiko kesehatan fisik dan kimia, serta stigma sosial. Latar belakang ini menyoroti kebutuhan mendesak untuk memahami tantangan kesehatan yang mereka hadapi. Penelitian ini bertujuan menganalisis tantangan kesehatan yang dihadapi oleh pekerja informal di sektor pengelolaan limbah di perkotaan Indonesia dan merumuskan rekomendasi kebijakan untuk perlindungan mereka. Metode yang digunakan adalah studi potong lintang dengan pengumpulan data primer melalui survei kesehatan, pemeriksaan fisik sederhana, dan wawancara mendalam dengan pekerja informal di tempat pembuangan akhir atau pusat daur ulang. Data akan mencakup riwayat penyakit (misalnya, infeksi kulit, gangguan pernapasan, cedera), praktik keselamatan kerja, dan akses terhadap layanan kesehatan. Hasil awal menunjukkan prevalensi tinggi penyakit kulit, gangguan pernapasan, dan cedera muskuloskeletal, yang diperparah oleh kurangnya alat pelindung diri dan sanitasi yang buruk. Pembahasan akan menguraikan faktor-faktor penentu kesehatan yang memengaruhi kelompok ini, termasuk kondisi kerja, kemiskinan, dan diskriminasi. Implikasi dari penelitian ini adalah rekomendasi kebijakan untuk integrasi pekerja informal ke dalam sistem kesehatan formal, penyediaan alat pelindung diri, program edukasi keselamatan kerja, dan pengakuan hak-hak mereka sebagai bagian integral dari sistem pengelolaan limbah kota, demi meningkatkan kesejahteraan dan kesehatan mereka.
Â
Keywords
Refbacks
- There are currently no refbacks.













