RESILIENSI KOMUNITAS BERAGAMA MENGHADAPI ANCAMAN EKSTREMISME DAN TERORISME
Abstract
Latar belakang penelitian ini adalah terus berlanjutnya ancaman ekstremisme dan terorisme yang menargetkan komunitas beragama, sehingga penting untuk memahami faktor-faktor yang membangun resiliensi atau daya tahan mereka. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi dan menganalisis strategi serta praktik yang diterapkan oleh komunitas beragama dalam membangun resiliensi kolektif mereka terhadap infiltrasi ideologi ekstremis dan serangan terorisme. Metode penelitian yang digunakan adalah studi kasus multi-situs dengan pendekatan kualitatif, melibatkan wawancara mendalam dengan pemimpin komunitas, anggota, dan aparat keamanan yang terlibat dalam upaya pencegahan ekstremisme. Hasil penelitian menunjukkan bahwa resiliensi komunitas beragama dibangun melalui penguatan nilai-nilai internal seperti solidaritas, toleransi, dan pendidikan agama yang moderat, serta melalui kolaborasi eksternal dengan pemerintah dan organisasi masyarakat sipil. Pembahasan lebih lanjut menguraikan bahwa keberadaan jaringan sosial yang kuat, program deradikalisasi berbasis komunitas, dan peningkatan kesadaran akan ancaman menjadi kunci. Penelitian ini menyimpulkan bahwa resiliensi bukan hanya tentang bertahan, tetapi juga tentang kemampuan untuk pulih dan tumbuh lebih kuat setelah menghadapi ancaman, menjadikan komunitas beragama sebagai garda terdepan dalam menjaga perdamaian.
Â
Keywords
Refbacks
- There are currently no refbacks.













