PEMUDA DAN MODERASI BERAGAMA: AGEN PERUBAHAN ATAU TARGET RADIKALISASI?

Autor(s): Lulud Wijayanti

Abstract

Latar belakang penelitian ini adalah posisi strategis pemuda sebagai demografi terbesar dan paling rentan terhadap pengaruh ideologi ekstremis, namun juga memiliki potensi besar sebagai agen perubahan dalam mempromosikan moderasi beragama. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran ganda pemuda sebagai agen perubahan dalam moderasi beragama atau sebagai target radikalisasi, serta mengidentifikasi faktor-faktor yang memengaruhi kecenderungan tersebut. Metode penelitian yang digunakan adalah survei kuantitatif terhadap ribuan pemuda dari berbagai latar belakang pendidikan dan sosial, dilengkapi dengan wawancara kelompok terfokus untuk menggali persepsi dan pengalaman mereka. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemuda yang memiliki literasi digital tinggi, akses terhadap pendidikan berkualitas, dan terlibat dalam organisasi positif cenderung menjadi agen moderasi. Sebaliknya, pemuda yang merasa terpinggirkan, kurang informasi, atau terpapar narasi kebencian lebih rentan terhadap radikalisasi. Pembahasan lebih lanjut menguraikan bahwa program-program pemberdayaan pemuda, pendidikan kritis, dan ruang ekspresi yang aman sangat penting. Penelitian ini menyimpulkan bahwa investasi pada pemuda adalah kunci untuk masa depan moderasi beragama, dan diperlukan strategi yang komprehensif untuk membimbing mereka menjadi agen perubahan yang positif.

 

Keywords

Pemuda, Moderasi Beragama, Agen Perubahan, Radikalisasi, Pemberdayaan

Refbacks

  • There are currently no refbacks.