KURBAN SEBAGAI JEMBATAN DIALOG ANTARAGAMA MEMBANGUN HARMONI SOSIAL
Abstract
Penelitian ini mengkaji potensi ibadah kurban sebagai jembatan dialog antaragama dalam membangun harmoni sosial. Latar belakang masalahnya adalah bahwa kegiatan keagamaan seringkali dipandang eksklusif, namun distribusi daging kurban yang meluas kepada siapa saja yang membutuhkan, tanpa memandang latar belakang agama, dapat menjadi sarana untuk memupuk toleransi dan saling pengertian. Metode yang digunakan adalah studi kasus kualitatif terhadap komunitas yang memiliki keragaman agama dan secara rutin melibatkan pemeluk agama lain dalam proses distribusi daging kurban. Data dikumpulkan melalui wawancara dengan tokoh agama dari berbagai keyakinan, panitia kurban, dan masyarakat penerima. Hasil penelitian menunjukkan bahwa inisiatif distribusi daging kurban kepada tetangga non-Muslim atau lembaga sosial lintas agama menciptakan apresiasi dan rasa terima kasih. Hal ini membuka ruang dialog informal, mengurangi prasangka, dan memperkuat ikatan persaudaraan kemanusiaan. Pembahasan lebih lanjut menguraikan bahwa tindakan nyata kepedulian lebih efektif daripada retorika dalam membangun harmoni. Studi ini menyimpulkan bahwa ibadah kurban memiliki potensi besar sebagai jembatan dialog antaragama, mempromosikan nilai-nilai kemanusiaan universal seperti kepedulian dan berbagi. Praktik ini dapat menjadi model bagi inisiatif lintas agama lainnya, berkontribusi pada pembangunan masyarakat yang lebih toleran dan harmonis.
Â
Keywords
Refbacks
- There are currently no refbacks.













