KRITIK HERMENEUTIKA AL-QUR'AN BARAT: PERSPEKTIF MUSLIM KONTEMPORER
Abstract
Hermeneutika Al-Qur'an yang dikembangkan oleh sarjana Barat seringkali menggunakan asumsi dan metodologi yang berbeda dari tradisi Islam, menimbulkan tantangan dan perdebatan. Latar belakang penelitian ini adalah untuk melakukan kritik terhadap hermeneutika Al-Qur'an Barat dari perspektif Muslim kontemporer, mengidentifikasi kekuatan dan kelemahannya, serta merumuskan respons yang konstruktif. Metode yang digunakan meliputi tinjauan kritis terhadap karya-karya sarjana Barat terkemuka dalam hermeneutika Al-Qur'an (misalnya, Angelika Neuwirth, Fred Donner, Andrew Rippin). Analisis dilakukan terhadap asumsi-asumsi dasar, metodologi, dan kesimpulan yang mereka hasilkan, serta perbandingan dengan prinsip-prinsip penafsiran Al-Qur'an dalam tradisi Islam. Hasil penelitian menunjukkan bahwa meskipun beberapa pendekatan Barat menawarkan wawasan baru, banyak di antaranya yang mengabaikan otoritas internal teks, konteks pewahyuan, dan tradisi penafsiran yang mapan. Pembahasan menekankan pentingnya sarjana Muslim untuk menguasai metodologi Barat tanpa mengorbankan prinsip-prinsip Islam, membangun dialog ilmiah yang produktif, dan mengembangkan hermeneutika Al-Qur'an yang otentik namun tetap relevan untuk menjawab tantangan intelektual global.
Â
Keywords
Refbacks
- There are currently no refbacks.













