OTENTISITAS HADIS DI MATA ORIENTALIS: BANTAHAN METODOLOGIS DARI PERSPEKTIF MUSLIM

Autor(s): Erwan Susanto

Abstract

Sejak abad ke-19, beberapa orientalis melontarkan skeptisisme terhadap otentisitas hadis, mempertanyakan validitas isnad dan proses kodifikasi, yang menimbulkan tantangan serius bagi studi hadis. Latar belakang penelitian ini adalah menjawab skeptisisme orientalis terhadap otentisitas hadis melalui bantahan metodologis dari perspektif Muslim kontemporer, menunjukkan kekuatan dan ketelitian tradisi ilmu hadis. Metode yang digunakan meliputi analisis kritis terhadap argumen-argumen utama orientalis (misalnya, Goldziher, Schacht) dan respons dari ulama Muslim klasik serta sarjana Muslim kontemporer (misalnya, Azami, Mustafa al-Sibai). Penelusuran bukti-bukti historis dan internal dari tradisi hadis, seperti keberadaan manuskrip awal, praktik rihlah fi talab al-hadis, dan kritik internal oleh muhaddis, dilakukan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa skeptisisme orientalis seringkali berakar pada kurangnya pemahaman terhadap metodologi unik ilmu hadis atau bias tertentu, sementara tradisi hadis memiliki mekanisme verifikasi yang sangat canggih dan berlapis. Pembahasan menekankan bahwa ilmu hadis adalah disiplin yang kokoh secara historis dan metodologis, mampu mempertahankan otentisitas sunah Nabi, dan relevan untuk menjawab tantangan intelektual di era modern.

 

Keywords

Otentisitas Hadis, Orientalis, Bantahan Metodologis, Perspektif Muslim, Kritik Hadis

Refbacks

  • There are currently no refbacks.