KEBIJAKAN PERTAHANAN BERBASIS KECERDASAN BUATAN DAN IMPLIKASINYA TERHADAP PENGAMBILAN KEPUTUSAN MILITER

Autor(s): Lulud Wijayanti

Abstract

Perkembangan pesat kecerdasan buatan menawarkan potensi transformatif bagi kebijakan dan operasional pertahanan, namun juga memunculkan implikasi etika dan strategis yang kompleks, terutama terkait pengambilan keputusan militer. Integrasi kecerdasan buatan dalam sistem senjata otonom atau analisis intelijen menuntut tinjauan mendalam. Penelitian ini menganalisis implikasi kebijakan pertahanan berbasis kecerdasan buatan terhadap pengambilan keputusan militer, termasuk aspek otonomi, akuntabilitas, dan kecepatan respons. Metode yang digunakan adalah tinjauan literatur sistematis terhadap konsep kecerdasan buatan dalam konteks militer, analisis kebijakan pertahanan negara-negara maju, dan diskusi skenario hipotetis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kecerdasan buatan dapat meningkatkan efisiensi, akurasi, dan kecepatan dalam analisis data intelijen serta logistik, namun juga menimbulkan dilema etika terkait kontrol manusia atas sistem otonom dan potensi bias algoritmik. Pembahasan lebih lanjut mengungkapkan bahwa perlunya kerangka regulasi yang jelas, pelatihan personel militer dalam etika kecerdasan buatan, dan pengembangan sistem pengawasan yang kuat. Implikasi dari temuan ini adalah bahwa integrasi kecerdasan buatan dalam pertahanan harus dilakukan dengan hati-hati, memastikan bahwa teknologi ini mendukung dan bukan menggantikan pengambilan keputusan manusia yang bertanggung jawab, demi menjaga stabilitas dan keamanan global.

 

Keywords

Kebijakan Pertahanan, Kecerdasan Buatan, Pengambilan Keputusan Militer, Etika, Teknologi Pertahanan

Refbacks

  • There are currently no refbacks.