PERAN CYBER-DIPLOMACY DALAM MENGELOLA KONFLIK SIBER ANTAR NEGARA

Autor(s): A Wathon

Abstract

Konflik siber antarnegara semakin sering terjadi, menimbulkan ancaman terhadap stabilitas global tanpa perlu pengerahan kekuatan militer konvensional. Cyber-diplomacy telah muncul sebagai alat penting untuk mengelola konflik ini dan mencegah eskalasi. Penelitian ini menganalisis peran cyber-diplomacy dalam mengelola konflik siber antarnegara. Metode yang digunakan adalah studi kasus insiden siber yang melibatkan beberapa negara, analisis upaya diplomatik untuk de-eskalasi, dan wawancara dengan diplomat dan pakar siber. Hasil penelitian menunjukkan bahwa cyber-diplomacy melibatkan dialog bilateral dan multilateral, pertukaran informasi tentang ancaman, pembangunan kapasitas siber di negara-negara berkembang, dan negosiasi norma perilaku di dunia maya. Pembahasan lebih lanjut mengungkapkan bahwa tantangan utama meliputi atribusi serangan, kurangnya kepercayaan, dan perbedaan pandangan tentang kedaulatan siber. Implikasi dari temuan ini adalah perlunya investasi pada kapabilitas cyber-diplomacy, pengembangan keahlian diplomat dalam isu-isu siber, dan penguatan forum internasional untuk membahas keamanan siber, guna memastikan bahwa konflik siber dapat dikelola secara efektif melalui jalur diplomatik dan mencegah eskalasi menjadi konflik yang lebih luas.

 

Keywords

Cyber Diplomacy, Konflik Siber, Antar Negara, Keamanan Siber, Diplomasi

Refbacks

  • There are currently no refbacks.