INTEGRASI NILAI-NILAI ISLAM DALAM KEBIJAKAN PEMBANGUNAN BERKELANJUTAN: SEBUAH KERANGKA KONSEPTUAL.

Autor(s): Nur Kholida Zia

Abstract

Konsep pembangunan berkelanjutan, yang bertujuan memenuhi kebutuhan generasi sekarang tanpa mengorbankan kemampuan generasi mendatang, semakin mendesak di tengah krisis lingkungan dan sosial global. Islam, dengan ajarannya tentang stewardship (khalifah), keseimbangan (mizan), dan keadilan antar-generasi, menawarkan fondasi etika dan moral yang kuat untuk pembangunan berkelanjutan. Latar belakang ini mendorong integrasi nilai-nilai Islam. Penelitian ini bertujuan mengembangkan kerangka konseptual untuk integrasi nilai-nilai Islam dalam kebijakan pembangunan berkelanjutan. Metode yang digunakan adalah kajian pustaka interdisipliner, menggabungkan prinsip-prinsip pembangunan berkelanjutan (misalnya, SDGs) dengan ajaran Islam tentang lingkungan, ekonomi, dan sosial (misalnya, Maqasid Syariah, fiqh lingkungan). Fokus analisis adalah pada bagaimana nilai-nilai Islam dapat memberikan panduan etika, mendorong partisipasi masyarakat, dan menginspirasi solusi inovatif untuk tantangan pembangunan berkelanjutan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa konsep khalifah mendorong tanggung jawab manusia terhadap alam, mizan menekankan keseimbangan ekologis dan sosial, sementara keadilan antar-generasi menuntut konservasi sumber daya. Pembahasan akan menguraikan bagaimana prinsip-prinsip ini dapat diterjemahkan ke dalam indikator kebijakan dan praktik pembangunan. Implikasi dari penelitian ini adalah penyediaan kerangka kerja yang komprehensif bagi pembuat kebijakan, akademisi, dan praktisi pembangunan, menunjukkan bahwa nilai-nilai Islam dapat memperkaya diskursus pembangunan berkelanjutan, menawarkan perspektif holistik yang mengintegrasikan dimensi spiritual, sosial, ekonomi, dan lingkungan, guna mencapai masa depan yang lebih adil dan lestari.

 

Keywords

Pembangunan Berkelanjutan, Nilai Islam, Kebijakan, Kerangka Konseptual, Lingkungan.

Refbacks

  • There are currently no refbacks.