KONFLIK SOSIAL DAN RESOLUSINYA DALAM KOMUNITAS MUSLIM PEDESAAN: PENDEKATAN KEARIFAN LOKAL.
Abstract
Komunitas Muslim pedesaan, meskipun seringkali homogen secara agama, tidak luput dari konflik sosial yang dapat timbul dari berbagai faktor seperti sengketa tanah, perbedaan politik, atau interpretasi agama. Mekanisme resolusi konflik yang efektif, yang berakar pada kearifan lokal dan nilai-nilai Islam, sangat krusial untuk menjaga harmoni dan kohesi sosial. Latar belakang ini menyoroti pentingnya pendekatan kontekstual. Penelitian ini bertujuan menganalisis jenis-jenis konflik sosial yang terjadi dalam komunitas Muslim pedesaan dan mengeksplorasi efektivitas pendekatan kearifan lokal yang berbasis nilai Islam dalam resolusinya. Metode yang digunakan adalah studi kasus kualitatif pada dua hingga tiga komunitas Muslim pedesaan yang pernah mengalami atau berhasil mengatasi konflik sosial. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam dengan tokoh agama, pemimpin adat, tokoh masyarakat, dan anggota komunitas, serta observasi partisipatif pada proses mediasi dan rekonsiliasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa peran ulama, tokoh adat, dan lembaga lokal yang dihormati sangat sentral dalam memediasi konflik, dengan menggunakan pendekatan seperti musyawarah, dialog, dan penekanan pada nilai-nilai persaudaraan (ukhuwah) dan pemaafan. Pembahasan akan menguraikan faktor-faktor yang mendukung keberhasilan resolusi konflik dan tantangan yang dihadapi. Implikasi dari penelitian ini adalah penyediaan model resolusi konflik yang relevan secara budaya dan agama, menunjukkan bahwa kearifan lokal yang dijiwai nilai-nilai Islam dapat menjadi solusi efektif untuk menjaga perdamaian dan harmoni sosial di tingkat akar rumput, serta mencegah eskalasi konflik.
Â
Keywords
Refbacks
- There are currently no refbacks.













